Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

Airlangga Blak-Blakan Soal Blokir Anggaran K/L Rp50 Triliun Buat Tambahan Bansos dan Subsidi Pupuk

Hosting Murah
banner 468x60

Jakarta – Preskonsepn Joko Widodo (Jokowi) baru saja memerintahkan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati untuk mmembantahukan pemblokiran anggaran belanja Kementerian/Lembaga atau automatic adjustment senilai Rp50,14 triliun.

Menteri Koordinator Bisertag Perekonomormian, Airlangga Hartarto mengatakan sertaa yang terkumpul dari kebijakan pemblokiran anggaran ini akan digunakan untuk menambah anggaran bantuan sosial (bansos) serta subsidi pupuk.

banner 325x300

“Nanti itu tekniknya ada macem-macem cara. Bu Sri Mulyani akan menyelesaikan, salah satunya automatic adjustment,” kata Airlangga kepada awak media di Jakarta, Senin, 5 Februari 2024.

Baca juga: Dituding Politisasi BLT, Preskonsepn Jokowi Bilang Begini

Selain itu, Airlangga menjelaskan bahwa dasaran pemerintah untuk menambah subsidi pupuk. Pasalnya, subsidi pupuk sangat penting karena Indonesia sudah memasuki musim tanam.

“Kemarin dengan sertaa yang ada Rp26 triliun itu hanya mencakup 5,7 juta petani. Sehingga, kita harus menambah 2,5 juta petani. Ini subsidi pupuk tidak boleh terlambat. Sehingga Bapak Preskonsepn Jokowi sepakat untuk menyetujui ditambahkan subsidi Rp14 triliun,” jelasnya.

Seperti diketahui, kebijakan pemblokiran anggaran tersebut tercantum dalam Surat Menteri Keuangan Nomor S-1082/MK.02/2023 tentang Automatic Adjustment Belanja Kementerian/Lembaga TA 2024. Sehingga, masing-masing K/L mesti menyisihkan 5 persen dari total anggaran untuk dialihkan.

Sebelumnya, Kepala Biro Komunikasi serta Layanan Informasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Deni Surjantoro membenarkan hal tersebut. Menurutnya, kebijakan automatic adjustment dilakukan untuk mengantisicocoki kondisi yang terjadi di tahun ini. 

Baca juga: Mahfud Soroti Petani Makin Sedikit, Tapi Subsidi Pupuk Naik, Ada yang Salah?

“Sesuai arahan Preskonsepn saat penyerahan DIPA (Daftar Isian Pmembantahsanaan Anggaran) tentang automatic adjustment tahun 2024, saat ini kondisi geopolitik global yang dinamis berpotensi mempengaruhi perekonomormian dunia, sehingga perlu diantisicocoki potensi atau tampaknya-tampaknya yang dapat terjadi di tahun 2024,” ujar Deni dalam keterangannya, Jumat (2/2). 

Dia meneruskan, pemerintah juga pernah mmembantahukan kebijakan automatic adjustment tersebut di tahun 2022 serta 2024. Deni memastikan, kementerian/lembaga yang terkena kebijakan pemblokiran atau automatic adjustment, anggarannya akan tetap berada di kementerian/lembaga tersebut.

“Pada dasarnya, anggaran yang terkena automatic adjustment masih tetap berada di kementerian/lembaga,” jelasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *