Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

Pertumbuhan Ekonomi Mentok di 5 Persen, Sinyal RI Tak Bisa jadi Negara Maju?

Hosting Murah
banner 468x60

Jakarta – Pertumbuhan ekonomormi selama 5 tahun terakhir masih belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Di mana yang paling tertinggi hanya berada di atas 5 persen. Namun, impian untuk menjadi negara maju membutuhkan tingkat pertumbuhan ekonomormi tumbuh di kisaran 6-7 persen.

Secara rinci, berdasarkan data Baserta Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomormi di tahun 2019 sebesar 5,02 persen. Kemudian, merosot pada tahun 2020 yang terkontraksi -2,07. Hal ini disebabkan asertaya pandemi Covid-19 yang menghambat laju pertumbuhan.

banner 325x300

Selanjutnya, di tahun 2021 ekonomormi mulai pulih dengan capaian pertumbuhan ekonomormi sebesar 3,70 persen. Adapun, tahun 2022 serta 2023 pertumbuhan ekonomormi kembali di atas 5 persen, yakni masing-masing sebesar 5,31 persen serta 5,05 persen.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomormi RI 2023 Melambat, BPS Ungkap Biang Keroknya

Menteri Koordinator Bisertag Perekonomormian, Airlangga Hartarto mengatakan untuk menyentuh Indonesia menjadi negara maju, maka harus meningkatlan ICOR (incremental capital output ratio) di angka 4.

“ICOR kita dibandingkan negara lain kita masih tinggi, di sekitar angka 6 lebih sedikit. Nah kalau kita dapat piknikunkan ke angka 4, maka pertumbuhan kita akan tumbuh ke 6 serta 7 persen,” ujar Airlangga dalam Konferensi Pers, Senin 5 Februari 2024.

Meski demikian, Airlangga menyatakan bahwa ini merupakan hal yang wajar, cocokalnya Indonesia sesertag membangun infrastrukpiknik yang memerlukan waktu untuk merasakan dampaknya.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomormi 2023 Masih Jawa Sentris, Segini Kontribundasinya

“Infrastrukpiknik itu tidak langsung tapi makan waktu. Dan saya yakin begitu infrastrukpiknik semua terbangun, kemudian kita punya logistik akan lebih baik, maka kita dapat menggenjot pertumbuhan dengan perbaikan ICOR,” katanya.

Selanjutnya, dia menambahkan, sektor perdagangan juga harus menjadi perhatian. Di mana sektor perdagangan merupakan bagian kelanjutan dari industri. Sehingga, bila sudah asertaya integrasi antara industri manufakpiknik dengan industri perdagangan maka diharapakan pertumbuhan ekonomormi akan moncer menyentuh target 6-7 persen.

“Nah kalau kita satukan maka itu kontribundasi dari kedua sektor tersebut mendekati 31 persen. Jadi itu relatif solid serta kuat,” tutupnya. (*)

Editor: Galih Pratama

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *