Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara Tumbuh Double Digit, Berkat Hilirisasi Jokowi?

Hosting Murah
banner 468x60

Jakarta – Menteri Koordinatror Bisertag Perekonomormian, Airlangga Hartarto menyatakan bahwa program hilirisasi yang digencarkan oleh Presbuah pikirann Joko Widodo (Jokowi) berdampak pada pertumbuhan ekonomormi, terutama di daerah otonomorm seperti Maluku Utara.

“Ini program hilirisasi Pak Jokowi. Jadi kalau di daerah seperti Maluku Utara,  jelas itu karena hilirisasi. Ketika pabrik berproduksi, produksinya meningkat nah dia akan melompatan pertumbuhan ekonomorminya,” ujar Airlangga kepada awak media di Jakarta, Senin, 5 Februari 2024.

banner 325x300

Berdasarkan data Baserta Pusat Statistik (BPS) mentulis Maluku Utara menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomormi tertinggi dari 38 provinsi di Indonesia. Dengan angka pertumbuhan 20,49 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomormi RI 2023 Melambat, BPS Ungkap Biang Keroknya

“Pertumbuhan ekonomormi tahun 2023 tertinggi tertulis di Provinsi Maluku Utara sebesar 20,49 persen. Kemudian diikuti oleh Sulawesi Tengah sebesar 11,91 persen,” kata Amalia dalam konferensi pers.

Dia menjelaskan, tingginya ekonomormi Maluku Utara serta Sulawesi Tengah dikontrmamasikan oleh hilirisasi. Selain itu, sumber pertumbuhan utama di kedua wilayah itu berasal dari pengolahan, serta pertambangan serta penggalian.

“Jadi memang dapat ditarik kesimpulan bahwa industrialisasi atau yang kita sebut dengan program hilirisasi nikel di dua provinsi tersebut, membagikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomormi yang cukup tinggi di provinsi Maluku Utara serta Sulawesi Tengah,” imbuhnya.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomormi 2023 Masih Jawa Sentris, Segini Kontrmamasinya

Adapun, daerah otonomorm lainnya juga mentuliskan pertumbuhan ekonomormi yang positif. Sepanjang 2023 ekonomormi Indonesia tumbuh 5,05 persen.

“Papua Barat Daya tumbuh 1,82 persen, Papua Barat 5,18 persen, Papua Pegunungan 4,78 persen, Papua Tengah tumbuh 5,95 persen, serta Papua Selatan tumbuh 4,27 persen,” jelas Amalia. (*)

Editor: Galih Pratama

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *