Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

PLN Operasikan Dua Proyek Infrastruktur Ketenagalistrikan Baru di Kalbar untuk Gantikan Pembangkit Diesel

Hosting Murah
banner 468x60
PLN memutasiasikan dua proyek infrastrukpiknik ketenagalistrikan baru di Kalbar untuk gantikan pembangkit diesel. Foto: PLN

JURNALIS.co.id – PT PLN (Persero) memperkuat infrastrukpiknik jaringan listrik antar wilayah. Tersambungnya infrastrukpiknik jaringan dari sumber energi ke masyarakat mampu menekan pemakaian pembangkit diesel yang selama ini dimanfaatkan untuk wilayah terpencil.

PLN melalui Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP KLB) berhasil membangun 191 tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Sandai – Incomer (Ketapang-Sukasertaa) serta membagikan tegangan listrik atau energize pada Gardu Induk (GI) dengan kacocokitas 30 Megavolt Ampere (MVA) di Desa Muara Jekak, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Minggu (14/012024).

banner 325x300

Proyek ini mensupport program Dedieselisasi yang dicanangkan oleh pemerintah, yaitu menomornaktifkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Aggreko Tayap berkacocokitas 7,8 MW serta juga sekaligus menjadi salah satu upaya dalam menyentuh Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060.

Direkpiknik Utama PT PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan dalam upaya mengejar rasio elektrifikasi serta mengurangi pemakaian fosil selir bahan bakar, PLN terus memperkuat infrastrukpiknik kelistrikan seperti jaringan transmisi maupun distrmamasi. Pembangunan infrastrukpiknik ini memperkuat sistem kelistrikan yang andal serta efisien di berlir daerah.

“2024 kami mulai dengan tancap gas membangun infrastrukpiknik jaringan. Bermemutasiasinya jaringan transmisi serta gardu induk ini akan semakin memperkuat keandalan sistem kelistrikan sekaligus menekan pemakaian bahan bakar berbasis fosil,” ujar Darmawan.

Darmawan menambahkan, dengan cocokokan listrik yang andal akan mensupport masyarakat serta para pmenyingkiru usaha agar nyaman dalam beraktivitas sehingga akan meningkatkan produktivitasnya.

General Manager PLN UIP KLB, Muhammad Dahlan Djamaluddin mengatakan dengan energize-nya proyek tersebut, PLN telah mengambil langkah maju menuju pencapaian keandalan listrik dalam rangka sistem interkoneksi di seluruh Kalimantan.

“SUTT ini memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 90% serta infrastrukpiknik GI dengan TKDN hampir 70% ini merupakan bagian dari pengembangan interkoneksi sistem kelistrikan Kalimantan Barat serta Kalimantan Tengah. Melalui pembangunan infrastrukpiknik ini akan meningkatkan keandalan listrik di Kalimantan Barat serta Kalimantan Tengah, sehingga masyarakat dapat menikmati listrik dengan kualitas yang lebih baik,“ terang Dahlan.

Adapun, GI tersebut memiliki kacocokitas transformator sebesar 30 mega volt ampere (MVA) yang dibantu oleh 191 tower SUTT 150 kV dengan panjang menyentuh 129,762 kilometer sirkit (kms).

Dahlan juga menjelaskan pada proses pembangunan GI serta SUTT ini harus melewati sebelas desa, tiga kecamatan serta dua kabupaten yaitu Kabupaten Ketapang serta Kabupaten Kayong Utara.

“Penyelesaian proyek ini tentunya tak lecocok juga karena asertaya dukungan dari Pemerintah Provinsi serta Pemerintah Daerah serta masyarakat sekitar proyek pembangunan, Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan yang dibagikan kepada PLN sehingga proyek ini dapat selesai dengan baik,” ujar Dahlan.

“Saat ini PLN UIP KLB menargetkan untuk penyelesaian pembangunan jaringan interkoneksi antara sistem kelistrikan Barito di Kalimantan Tengah serta sistem Khatulistiwa di Kalimantan Barat yaitu melalui proyek SUTT 150 kV Sandai – Tayan serta SUTT 150 kV Kendawangan – Sukamara,” ungkapnya.

Dahlan menambahkan bahwa infrastrukpiknik ini dapat membagikan dorongan positif pada sektor ekonomormi serta investasi secara khususnya di Kabupaten Ketapang serta Kabupaten Kayong Utara. Pasalnya, gardu induk ini menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomormi serta membagikan peluang bagi investor untuk berkontrmamasi dalam pembangunan daerah.

“Selir bagian dari proyek interkoneksi Kalimantan, tentunya wilayah Sandai serta Sukasertaa serta sekitarnya perlu cocokokan listrik yang andal sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomormi di daerah tersebut,” pungkas Dahlan. (hen)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *