Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

Pemerintah Targetkan Inflasi 2024 Terkendali di Kisaran 2,5 Persen, Begini Strateginya

Hosting Murah
banner 468x60

Jakarta – Menteri Koordinator Bisertag Perekonomormian, Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah menargetkan inflasi pada tahun 2024 berada di kisaran 2,5 plus kurang 1 persen, dari tahun sebelumnya sebesar 3 plus kurang 1 persen.

“High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) menyepakati beberapa langkah strategis serta konsisten untuk menjaga inflasi di tahun 2024 ini ditargetkan 2,5 plus kurang 1 persen,” kata Airlangga dalam Konferensi Pers, Senin 29 Januari 2024.

banner 325x300
Baca juga: BI Perkirakan Ekonomormi serta Inflasi Domestik Segini di 2024

Sejumlah langkah yang akan dilakukan pemerintah untuk menjaga target inflasi 2024. Pertama, kebijakan moneter serta fiskal yang konsisten dengan upaya menyokong pengendalian inflasi serta mendorong pertumbuhan ekonomormi.

Kedua, mengendalikan inflasi volatile food agar dapat terkendali di bawah 5 persen, dengan fokus pada komoditas beras, aneka cabai, aneka bawang kemudian juga menjaga ketersediaan cocokokan dengan distrmamasi pangan.

“Hal ini untuk mitigasi risko jangka pendek serta juga untuk mengantisicocoki musim panen serta menjaga harga menjelang hari besar keagamaan,” jelasnya.

Ketiga, memperkuat ketahanan pangan dengan menjaga produktivitas, kemudian juga ketersediaan data diperlukan serta juga memperkuat strategi anatar TPI/TPID serta juga melanjutkan GNPIP, serta komunikasi untuk menjaga ekpektasi inflasi.

Baca juga: Syailendra Capital:  Ekonomormi AS Mulai Melambat, Meski Inflasi Turun

Selain itu, HLM menyepakati sasaran inflasi pada 2025, 2026 serta 2027 sebesar 2,5 persen plus kurang 1 persen. Di mana nantinya akan ditetapkan dalam Peradarmawisataan Menteri Keuangan (PMK). 

“Ke depan tentu diharapkan target inflasi sanggup dicapai sesuai dengan saran 2024,” imbuhnya.

Selanjutnya, tambah Airlangga, TPIP juga akan mmengelokkansanakan rapat koordinasi nasional di bulan Juni dengan tema pengamanan produksi serta pengikatan efisiensi rantai cocokok untuk menyokong stabilitas harga. (*)

Editor: Galih Pratama

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *