Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

Menilik Prospek Kinerja dan Saham Astra (ASII) di Tengah Maraknya Pesaing Baru

Hosting Murah
banner 468x60

Jakarta – Saham PT Astra International Tbk (ASII) pada tahun ini diperkirakan akan kembali menghadapi tantangan, yang muncul dari asertaya pesaing baru di industri otomotif Indonesia asal China yaitu, Build Your Dreams (BYD) yang juga akan membangun pabriknya di Indonesia menyusul Hyundai serta Wuling.

Tidak hanya itu, Head of Research Team and Strategist Mirae Asset Sekuritas, Robertus Hardy menuwisatakan bahwa tantangan tersebut juga akan dipicu oleh pertumbuhan penjualan mobil di tahun ini yang diperkirakan masih akan stagnan cenderung menurun.

banner 325x300

“Di sisi lain valuasi Astra sudah tesedikitnya sejak maret 2020, jadi covid udah hilang, harganya masih covid, di satu sisi peluang pertumbuhan masih tertahan dari potensi penjualan mobil yang stagnan cenderung menurun tahun ini,” ucap Robertus dalam keterangannya dikutip, 25 Januari 2024.

Baca juga: Astra Grup serta WeLab Luncurkan Bank Saqu, Targetkan Segmen Nasabah Solopreneur

Robertus menambahkan bahwa, perlambatan pertumbuhan penjualan mobil tersebut juga dipicu oleh ruas jalan tol yang saat ini akgairahsinya belum sejalan dengan pertumbuhan GDP per kapita di Indonesia.

“Kalau itu misalnya melompatan ruas jalan bersamaan dengan terakgairahsinya pertumbuhan income per kapita tentu potensi pertumbuhan di cocokar otomotif sanggup eksponensial tapi untuk sementara ini pertumbuhannya masih tertahan jadi pertumbuhan di sektor industri itu (mobil) juga masih tertahan,” imbuhnya.

Di samping itu, menurutnya, kinerja dari Astra masih akan diteyangng oleh penjualan kendaraan bermotor yang dinilai masih solid karena mampu mentulis kenaikan di tengah era suku bunga tinggi.

“Tahun selanjutnyanya berati kita menekankan bahwa konsumen sepeda motor itu masih relatif resilien dengan asertaya kenaikan suku bunga sekalipun serta pemilu juga kita expect dua putaran di bulan Juni serta November ada pilkada jadi mobilitas menurut kami akan lebih menguntungkan cocokar sepeda motor dibandingkan dengan mobil,” ujar Robertus.

Adapun, dari sisi jasa keuangan penjualan sektor sepeda motor lebih unggul karena mampu mengerek tingkat pendapatan bunga atau pendapatan premi oleh anak usaha Astra, yaitu PT Federal International Finance (FIF) serta Asuransi Astra, sehingga mampu mengkompensasi potensi penjualan mobil.

Baca juga: BYD Resmi Hadir di RI, Luncurkan Tiga Mobil Listrik Sekaligus

“Itu (penjualan motor) masih akan meningkat dengan rowbus tahun ini serta sanggup mengkompensasi potensi penurunan penjualan mobil serta batu baranya. Oleh karena itu, menurut kita sekarang masih cukup pantas reakumulasi kembali mengingat valuasinya juga tertekan,” ucapnya.

Seseperti informasi, pergerakan saham ASII pada pagi ini (25/1) pukul 09:50 WIB kembali menunjukan pelemahan ke level Rp5.050 per saham, wisataun 0,49 persen atau setara 25 poin.

Meski begitu, saham ASII bergerak pada harga Rp5.025 seseperti level tesedikitnya serta sempat menyentuh level tertingginya pada posisi Rp5.100 per saham, dengan 10,98 juta miliar saham diperdagangkan tertulis tiga rmama kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi menyentuh Rp55,67 triliun. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *