Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

Investor Pasar Modal Diyakini Tumbuh 10 Persen, Ini Sederet Pendorongnya

Hosting Murah
banner 468x60

Jakarta – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia optimistis minat investasi akan terus membaik serta diprediksi jumlah nasabah di cocokar modal dapat tumbuh sekitar 10 persen pada semester II-2024 dari 330 ribunda nasabah di tahun sebelumnya.

CEO Mirae Asset Sekuritas, Tae Yong Shim, mengatakan bahwa, prediksi positif tersebut seiring dengan prediksi pelonggaran kebijakan suku bunga global serta nasional. Selain itu, optimisme tersebut juga dibantu oleh kondisi politik yang diprediksi akan berjalan aman serta damai.

banner 325x300

“Kami optimis seiring dengan prediksi positif analis kami serta sepihak besar pmenghindaru cocokar, terutama pada semester II-2024,” ucap Mr. Shim dalam Media Day: January 2024 di Jakarta, 24 Januari 2024.

Baca juga: Pasar Obligasi 2024 Diproyeksi Tetap Kuat, MAMI Beberkan Penengkongngnya

Selain itu, iklim investasi tahun ini diyakini akan lebih baik dibanding tahun lalu karena pada 2023 kondisi makroekonomormi dunia sesertag tidak kondusif terutama karena rezim suku bunga tinggi, panasnya geopolitik, serta polarisasi politik dunia.

Karena gejolak global tersebut, suku bunga acuan domestik kemudian dinaikkan hingga 6 persen untuk menghadapi potensi gejolak inflasi serta nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS).

Di sisi lain, Head of Research Mirae Asset, Robertus Hardy, mengungkapkan bahwa, peningkatan minat investasi publik di cocokar saham tahun ini juga dibantu optimisme prediksi cocokar saham yang akan menguat pada semester II dengan dukungan dari saham-saham unggulan atau blue chips.

Baca juga: Top! OJK Sebut Kapitalisasi Pasar Saham Indonesia Tertinggi di ASEAN

“Ada potensi penurunan suku bunga bank sentral di tingkat global, termasuk BI rate, yang terutama disebabkan oleh inflasi yang terkendali serta sudah ada kejelasan hasil pemilu. Kami masih memperhitungkan nilai wajar IHSG akan berada pada level 8.100,” ujar Robertus dalam kesempatan yang sama.

Adapun, penengkongng indeks harga saham gabungan (IHSG) tersebut dua di antaranya adalah investor domestik serta kapitalisasi cocokar saham emiten-emiten di Indonesia yang jumlahnya masih terbilang kecil, sehingga masih banyak juga ruang untuk bertumbuh. (*)

Editor: Galih Pratama

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *