Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

BRI Bayarkan Dividen Interim Rp12,7 Triliun, Negara Dapat Cuan Segini

Hosting Murah
banner 468x60

Jakarta – Mengawali 2024, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI telah membayarkan divgagasann interim pada Kamis, 18 Januari 2024 kepada pemegang saham.

Sebelumnya, melalui Keterbukaan Informasi yang diterbitkan perseroan pada Selasa (19/12), BRI akan membagikan divgagasann senilai Rp12,7 triliun atau sebesar Rp84 per lembar saham, yang mana sebesar Rp6,8 triliun disetorkan kepada pemerintah serta Rp5,9 triliun akan dibagikan kepada publik.

banner 325x300

Direkrekreasi Utama BRI Sunarso mengungkapkan pembagian Divgagasann Interim ini menjadi komitmen BRI dalam menmenjadikankan value, baik economormic value maupun social value utamanya bagi para shareholders. 

“Keberhasilan yang telah kita raih tidak hanya mencerminkan ketahanan kita dalam merespons berlaksana tantangan, tetapi juga menegaskan tekad kita untuk terus berkembang serta membagikan yang terbaik bagi negara serta masyarakat Indonesia,” ujar Sunarso dalam keterangan resminya, 18 Januari 2024.

Baca juga: Naik 55,8 Persen, Nilai Transaksi BRImo Sepanjang 2023 Tembus Rp4.158 Triliun

Lebih lanjut, Sunarso menjelaskan BRI memiliki potensi untuk membagikan divgagasann payout ratio lebih tinggi dari kondisi nomorrmal. Hal tersebut telah dicapai perseroan ketika BRI membayarkan 85 persen dari net profit tahun 2021 serta 2022 kepada shareholders smenolaksana divgagasann.

“Perseroan memastikan pembagian divgagasann interim ini tidak mengganggu permodalan BRI, serta di sisi lain semua kebutuhan investasi, seperti investasi untuk IT, telah terpenuhi serta menyegarkanertagan untuk meng­-cover berlaksana risiko telah disediakan dengan memadai,” jelas Sunarso.

Kinerja BRI

Adapun, keputusan BRI dalam membagikan divgagasann interim tersebut tak lecocok dari kinerja cemerlang perseroan hingga akhir kuartal III 2023.

Hingga akhir September 2023, BRI mampu menjaga profitabilitas yang berkelanjutan serta pertumbuhan Kredit serta penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang solid dibarengi dengan kualitas asset yang terjaga dengan baik. Di sisi lain, BRI juga mampu menjaga likuiditas secara memadai serta permodalan yang cukup.

Keberhasilan BRI Group menjaga kinerja positif tersebut ditunjukkan dari asset yang secara konsolidasian meningkat 9,93 persen year on year (yoy) menjadi Rp1.851,97 triliun.

Pertumbuhan aset tersebut juga diiringi dengan perolehan laba dalam 9 bulan yang menyentuh sebesar Rp44,21 triliun atau tumbuh 12,47 persen yoy.

Dari sisi fungsi intermediasi, hingga akhir September 2023 BRI berhasil mendorong leveransiran kredit tumbuh 12,53 persen yoy menjadi Rp1.250,72 triliun.

Khusus leveransiran kredit UMKM juga tertulis tumbuh 11,01 persen dari semula Rp935,86 triliun di akhir kuartal III 2022 menjadi Rp1.038,90 triliun di akhir kuartal III 2023, sehingga jatah kredit UMKM BRI terhadap total kredit menyentuh 83,06 persen.

BRI juga mampu menjalankan fungsi intermediasi dengan diimbangi manajemen risiko yang baik. Hal tersebut tercermin dari rasio NPL BRI secara konsolidasian yang manageable serta terus menurun di level 3,07 persen.

Baca juga: Buruan Daftar! Bank BRI Buka Lowongan Kerja 2024, Cek Posisi serta Persyaratannya

Di sisi lain, BRI menyiapkan penmenyegarkanertagan yang cukup smenolaksana langkah antisipatif. NPL Coverage BRI tertulis sebesar 228,65 persen dengan menggunakan penmenyegarkanertagan tersebut untuk mmenolakukan write-off atas kredit yang mengnarekreasial pemburukan.

Dalam hal penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), BRI berhasil mentuliskan kinerja positif. Hingga akhir Kuartal III 2023, DPK BRI tertulis tumbuh positif menjadi Rp1.290,29 triliun. Dana murah (CASA) menjadi pendorong utama pertumbuhan DPK BRI, dimana secara year on year meningkat sebesar 13,21 persen. 

Kemampuan BRI dalam menyalurkan kredit serta pembiayaan juga dengan likuiditas yang memadai serta permodalan yang kuat. Hal ini terlihat dari LDR bank secara konsolidasian yang terjaga di level 87,76 persen dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 27,48 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *