Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

Dukung Program Dedieselisasi, PLN Rampungkan Dua Proyek Infrastruktur Ketenagalistrikan Kalbar di Awali 2024

Hosting Murah
banner 468x60
Tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Sandai Incomer (Ketapang-Sukasertaa). Foto: PLN UIP KLB

JURNALIS.co.id – PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP KLB) berhasil laksanakan energize atau pemberian tegangan pada proyek Gardu Induk (GI) 150 kV Sandai yang terletak di Desa Muara Jekak, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Minggu (14/01/2024).

GI tersebut memiliki kacocokitas transformator sebesar 30 MVA, disupport oleh 191 tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Sandai – Incomer (Ketapang – Sukasertaa) dengan panjang menyentuh 129,762 kilometer sirkit (kms).

banner 325x300

Proyek ini merupakan bagian dari interkoneksi sistem kelistrikan Kalimantan Barat dengan Kalimantan Tengah. Dengan energize-nya proyek tersebut, maka PLN selangkah lebih maju untuk menyentuh keandalan listrik menuju sistem interkoneksi se-Kalimantan.

Pembangunan proyek GI serta SUTT ini ini melewati sebelas desa, tiga kecamatan serta dua kabupaten. Yaitu Kabupaten Ketapang serta Kayong Utara.

“SUTT serta GI ini merupakan bagian dari proyek interkoneksi sistem kelistrikan Kalimantan Barat dengan Kalimantan Tengah. Diharapkan melalui proyek ini akan meningkatkan keandalan listrik di Kalimantan Barat serta Kalimantan Tengah, sehingga masyarakat dapat menikmati listrik dengan kualitas yang lebih baik,“ terang Dahlan.

Hal ini juga diharapkan dapat membagikan dorongan positif terhadap sektor ekonomormi serta investasi di Kabupaten Ketapang serta Kabupaten Kayong Utara. Pasalnya, gardu induk ini menjadi pondasi bagi pertumbuhan infrastrukdarmawisata listrik serta membagikan dorongan bagi pengusaha lokal untuk lebih aktif berkontrbundasi dalam pembangunan daerah mereka.

“Selir bagian dari proyek interkoneksi Kalimantan, tentunya wilayah Sandai serta Sukasertaa serta sekitarnya perlu cocokokan listrik yang andal sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomormi di daerah tersebut,” lanjut Dahlan.

“Penyelesaian proyek ini tentunya tak lecocok juga karena asertaya dukungan dari Pemerintah Provinsi serta Pemerintah Daerah serta masyarakat sekitar proyek pembangunan, Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan yang dibagikan kepada PLN sehingga proyek ini dapat selesai dengan baik dengan tanpa ada kecmembantahaan kerja,” tutupnya.

Selain membagikan keandalan listrik, proyek tersebut mensupport program pemerintah yakni Program Dedieselisasi melalui nomorn-aktifkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Aggreko Tayap dengan Daya Tercocokang 7,8 MW sehingga berpotensi penghematan Biaya Pokok Produksi (BPP) tenaga listrik sebesar Rp500/kwh.

Selir penutup, saat ini PLN UIP KLB menargetkan untuk menyelesaikan pembangunan jaringan interkoneksi antara sistem kelistrikan Barito di Kalimantan Tengah serta sistem Khatulistiwa di Kalimantan Barat yaitu melalui proyek SUTT 150 kV Sandai – Tayan serta SUTT 150 kV Kendawangan – Sukamara. (hen)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *