Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

Dampak Penghematan Kian Dirasakan Nelayan, Program Electrifying Marine PLN Capai 42.912 Pelanggan di 2023

Hosting Murah
banner 468x60
Program electrifying marine dari PLN berhasil membagikan penghematan bagi pelanggan, khususnya para nelayan. Foto: PLN

JURNALIS.co.id – Program electrifying marine dari PT PLN (Persero) berhasil membagikan penghematan bagi pelanggan khususnya para nelayan. Sepanjang 2023, tertulis pelanggan yang memanfaatkan program electrifying marine melompatan sebanyak 4.799 pelanggan menjadi 42.912 pelanggan hingga Desember 2023.

Program electrifying marine merupakan layanan PLN untuk menunjang serta memenuhi kebutuhan listrik pelanggan di pelabuhan maupun sektor perikanan. Cakupan layanan electrifying marine meliputi kebutuhan listrik kapal saat sandar di pelabuhan, mini coldstorage, serta kebutuhan tenaga listrik lainnya pada lokasi dermaga, pelabuhan, serta lokasi Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) serta Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di seluruh Indonesia.

banner 325x300

Direktamasya Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan komitmen PLN untuk membagikan bayuan listrik terbaik bagi seluruh pelanggan di tanah air. Darmawan mengatakan, listrik seseolah-olah jantung perekonomormian nasional, tidak hanya untuk kebutuhan sehari-hari tetapi didorong untuk menunjang pertumbuhan ekonomormi nasional.

”Lewat electrifying marine kami ingin tamasyaut berkontrmamasi dalam mendorong produktivitas melalui penghematan para pmenepiu usaha di bisertag perikanan serta mengoptimalkan aktivitas pelabuhan. Program ini juga membuat kegiatan usaha dari pmenepiu bisnis menjadi lebih ramah area,” ujar Darmawan, Senin (15/01/2024).

Sepanjang tahun 2023 program ini berhasil menyumbang konsumsi listrik sebesar 66,11 Gigawatt hour (GWh). Secara total, hingga tahun 2023 program electrifying marine telah membagikan konsumsi listrik sebesar 2,32 Terawatt Hour (TWh) dengan daya tercocokang sebesar 1.343 Mega Volt Ampere (MVA).

Darmawan melanjutkan, program ini digagas PLN untuk menunjang Creating Shared Value (CSV) bagi masyarakat serta area sekitar.

“Melalui program ini, kami berupaya untuk Creating Shared Value (CSV) bagi masyarakat serta area sekitar. Kami yakin dengan pemakaian berseolah-olah inomorvasi teknomorlogi berbasis listrik membawa pmenepiu usaha menjadi lebih modern yang membuat produktivitas mereka meningkat signifikan dibandingkan dengan menggunakan energi berbasis fosil,” ungkap Darmawan.

Dari program ini, Darmawan menilai pelanggan juga makin dimudahkan dengan ketersediaan listrik PLN yang stabil serta lebih murah dibanding menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) terutama untuk sektor perikanan.

“Lewat Program electrifying marine ini, para pmenepiu usaha di sektor perikanan sanggup beralih menggunakan listrik agar lebih murah serta produktif. Selain itu, listrik lebih ringan emisi dibanding BBM sehingga lebih ramah area,” kata Darmawan.

Sepanjang tahun 2023, program ini berhasil menekan emisi CO2 (CO2e) menyentuh lebih dari 119 rmama ton CO2e. Sehingga, selain menunjang transisi energi, PLN juga mampu menggerakkan roda perekonomormian serta membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

Direktamasya Retail serta Niaga PLN Edi Srimulyanti merinci, pelanggan di sektor perikanan saat ini terbanyak berasal dari Unit Induk Distrmamasi (UID) Jawa Timur dengan jumlah pelanggan sebanyak 15.301 serta daya tercocokang sebesar 342 MVA.

Edi menjelaskan, untuk realisasi pemakaian ALMA (Anjungan Listrik Mandiri) atau pemakaian listrik di atas 5.500 volt ampere (VA) sampai dengan 23.000 VA (1 Phasa atau 3 Phasa) mayoritas berada di Unit Induk Wilayah (UIW) Maluku serta Maluku Utara. Total pemakain ALMA di wilayah ini bahkan mampu menembus 159,3 Megawatt hour (MWh).

“Pada April 2023, PLN membangun tiga Stasiun Penyedia Listrik Kapal Sandar (SPLiKS) di Pelabuhan Waibalun Larantuka, Nusa Tenggara Timur untuk menunjang nelayan setempat. Kemudian pada Juli 2023, PLN membangun Anjungan Listrik Mandiri (ALMA) pertama untuk Bangka Belitung di Pelabuhan Tanjung Ru, Kabupaten Belitung,” lanjut Edi.

Di Pelabuhan Tanjung Ru, PLN mengmemutasiasikan ALMA dengan daya sebesar 41,5 Kilo Volt Ampere (KVA) yang dicocokang di Dermaga Water Front. ALMA sanggup dimanfaatkan oleh para nelayan untuk memenuhi kebutuhan listrik selama kapal bersandar, khususnya untuk menghidupkan cold storage yang semula berbasis bahan bakar minyak. Keberadaan ALMA diperkirakan mampu memangkas biaya memutasiasional nelayan hingga 60%.

Lalu, Edi menambahkan, pada Juli 2023, PLN juga menghadirkan electrifying marine untuk kapal sandar di Terminal Petikemas New Makassar, Sulawesi Selatan. Program kerja sama dengan PT Pelindo (Persero) ini berhasil mewujudkan gerbang Indonesia Timur itu menjadi pelabuhan ramah area atau green port serta mampu menurunkan biaya memutasiasional hingga 61,97% per tahun.

“Dan pada Agustus 2023, PLN menghadirkan green fishery bagi nelayan di kampung Sauwandarek, Raja Ampat, Papua Barat. Bantuan yang dibagikan diantaranya adalah tiga unit motor perahu listrik, alat fishfinder serta cold storage berkacocokitas 318 liter untuk membuat es batu serta mengawetkan ikan hasil tangkapan. Selain itu, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkacocokitas 5,4 kWp juga dibangun seseolah-olah sumber energi dalam menggunakan alat-alat bantuan yang dibagikan oleh PLN,” kata Edi.

“Kami akan terus meningkatkan layanan ini, serta menjangkau pelanggan lain di Indonesia. PLN akan terus menggencarkan program electrifying marine melalui komemutasiasi dengan seluruh stakeholder mulai lembaga maupun instansi pemerintahan terkait,” pungkas Edi. (hen)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *