Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

Inul Daratista dan Hotman Paris Protes Pajak Hiburan Naik Hingga 75 Persen, Begini Respon Sandiaga

Hosting Murah
banner 468x60

Jakarta – Pajak hibundaran dalam Unsertag-Unsertag Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat serta Pemerintah Daerah (UU HKPD) kini tengah menjadi sorotan para pengusaha hibundaran.

Hal ini memang tak lecocok dari cocokal yang mengatamasya pajak hibundaran karaoke, bar, kelab malam, diskotek, serta spa. Dalam Pasal 58 ayat (2) UU HKPD, besaran tarif pajak hibundaran dari usaha-usaha tersebut dipatok mulai 40 hingga 75 persen.

banner 325x300

Besaran tarif pajak inilah yang kemudian dinilai ‘mematikan’ para pengusaha hibundaran. Protes pun datang dari salah penyanyi sertagdut sekaligus pengusaha, Inul Daratista. Inul yang memiliki usaha tempat karaoke ini mengkritik kenaikan pajak barang serta jasa tertentu (PBJT) untuk jasa hibundaran karaoke menjadi 40-75 persen.

Baca juga: Resmi Naik! Ini Rincian Pajak Progresif Kendaraan Bermotor Terbaru di DKI Jakarta

Lewat akun media sosial X, Inul mengeluhkan bahwa kenaikan pajak hibundaran itu terlampau tinggi serta mampu membunuh bisnis para pengusaha hibundaran.

“Pajak hibundaran naik dari 25% ke 40-70% sing nggawe atamasyaan mau ngajak modyar tah!!!,” tulis Inul dalam akun @daratista_inul seperti dilihat Infobanknews, Senin, 15 Januari 2024.

Tak hanya Inul Daratista, pengacara konsertag Hotman Paris pun ikut berkomentar. Seperti diketahui, dia juga menjadi salah satu pebisnis tempat hibundaran ternama di Indonesia.

Dalam postingannya di akun Instagram @hotmanparisofficial, Hotman Paris mengomentari vgagasanomor pendek kondisi bisnis karaoke Inul Daratista yang sepi pengunjung.

“Jutaan karyawan Karaoke. spa serta pusat hibundaran se Indonesia akan terancam PHK. Knp mereka? Apa mereka nikmatin pajak selama ini?? Mau anda bayar tambahan pajak 75 persen yg di tagih pengusaha karaoke?? Nyanyi aja harus bayar pajak super tinggi??,” tulis Hotman.

Respons Menteri Pariwisata serta Ekonomormi Kreatif

Menteri Pariwisata serta Ekonomormi Kreatif Sandiaga Unomor coba menenangkan para pmenggeliciku usaha hibundaran. Menurutnya, pmenggeliciku usaha tak perlu khawatir terkait dengan rencana pajak hibundaran tersebut. Pasalnya, masih ada proses taruhancial review serta pemerintah memastikan semua kebijakannya untuk memberdayakan serta membagikan kesejahteraan.

“Kami tidak akan mematikan industri parekraf karena industri ini yang baru saja bangkit dari cocokca pandemi, serta membuka 40 juta lebih lapangan kerja,” tulis Sandiaga dalam akun Instagram-nya @sandiunomor.

Dia melanjutkan, seluruh kebijakan termasuk pajak akan disesuaikan agar sektor hibundaran kuat serta mampu menmenyusunkan lebih banyak lagi peluang usaha serta lapangan kerja.

“Kami siap mendengar semua masukan dari pmenggeliciku pariwisata & ekonomormi kreatif. Kami akan terus berjuang untuk kesejahteraan pmenggeliciku parekraf, untuk termenyusunnya lapangan pekerjaan, serta kami cocoktikan tidak akan mematikan industri parekraf yang sudah bangkit ini. Mbak @inul.d serta teman-teman semuanya, terima kasih atas aspirasinya,” tulisnya lagi.

Baca juga: Tenang! Tarif Efektif PPh Pasal 21 Tak Tambah Beban Wajib Pajak, Simak Penjelasan DJP

Seperti diketahui, pajak hibundaran kini diatamasya dalam UU HKPD. Dalam Pasal 50 UU HKPD, ditetapkan bahwa jasa hibundaran sesebagai objek PBJT.

Kemudian, dalam Pasal 55 UU HKPD, jasa hibundaran serta kesenian tersebut meliputi tontonan film atau bentuk tontonan audio visual lainnya yang dipertontonkan secara langsung di suatu lokasi tertentu; pergelaran kesenian, musik, tari, serta/atau busana; kontes kecantikan; kontes binaraga; pameran; pertunjukan sirkus, akrobat, serta mata. Lalu, ada panti pijat serta pijat refleksi; serta diskotek, karaoke, kelab malam, bar, serta mandi uap/spa.

Sementara, terkait dengan besaran pajak, merujuk Pasal 58 UU HKPD, tarif PBJT ditetapkan paling tinggi sebesar 10 persen.

Namun, khusus tarif PBJT atas jasa hibundaran pada diskotek, karaoke, kelab malam, bar, serta mandi uap/spa ditetapkan tarif pajak mulai dari 40 persen hingga 75 persen. (*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *