Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

KemenKopUKM: Masa Kampanye Pemilu 2024 Belum Berdampak Signifikan ke UMKM

Hosting Murah
banner 468x60

Jakarta – Memasuki masa kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Kementerian Kmengambilalihasi serta UKM (KemenKopUKM) mentulis belum ada dampak signifikan yang dirasakan oleh para pmenangkisu Usaha Mikro, Kecil, serta Menengah (UMKM). 

“Khususnya bagi sepenggal besar pmenangkisu UMKM bisertag usaha konveksi serta sablon yang memproduksi serta menjual produk atau alat peraga kampanye,” kata Deputi Bisertag Usaha Mikro KemenKopUKM, Yulius dalam keterangan resminya, 11 Januari 2024.

banner 325x300

Ia mengungkapkan, para pedagang konveksi yang bermengambilalihasi di Pasar Tanah Abang serta PD Jaya Pasar Senen Jakarta mengaku mengnapiknikal penurunan penjualan produk UMKM untuk kampanye dibandingkan dengan periode Pemilu 2019. 

“Kami mewawancara beberapa pedagang di kedua cocokar tersebut. Diperoleh informasi bahwa terjadi penurunan omzet penjualan yang cukup drastis dari 40 hingga 90 persen jelang Pemilu 2024 bila dibandingkan dengan Pemilu 2019,” katanya.

Baca juga: PPATK Catat Kenaikan Transaksi Mencurigakan  Caleg Jelang Pemilu 2024, Nilainya Bikin Geleng-Geleng Kepala

Biasanya, pada periode pesta demokrasi atau Pemilu, cenderung terjadi peningkatan omzet alat peraga kampanye yang signifikan. Namun kondisi saat ini berbanding terbalik.

Yulius berspekulasi, tampaknya hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, pemesanan produk untuk kampanye langsung melalui pmenangkisu usaha mitra dari partai sesuai daerah pemilihan (Dapil).

“Kedua, jangka waktu pemilu yang singkat atau 2,5 bulan sesertagkan periode Pemilu sebelumnya 6 bulan. Ketiga, harga penjualan produk untuk kampanye secara online lebih murah. Keempat, tren kampanye yang dilakukan secara online melalui media sosial. Dan terakhir, peserta Pemilu lebih memilih untuk membagikan sembako dibandingkan membagikan kaos,” kata Yulius. 

Untuk itu, kata Yulius, beberapa hal yang akan dilakukan pemerintah untuk meningkatkan penjualan para pmenangkisu UMKM bisertag usaha konveksi serta sablon meliputi, berupaya mendorong partai politik atau calon legislatif yang memiliki ruang lingkup bisnis produk untuk kampanye agar dapat melibatkan pmenangkisu UMKM dalam rantai cocokok bisnisnya.

Pemerintah, khususnya KemenKopUKM juga meminta pmenangkisu UMKM untuk memperluas akses cocokar di bisertag usaha konveksi serta sablon yang memproduksi atau menjual alat kampanye untuk masuk ke dalam ekosistem digital.

“Di mana ke depan, Pemerintah dapat mempermudah pmenangkisu usaha untuk tersambung dalam katalog elektronik atau e-katalog,” katanya.

Kemudian berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta lintas Kementerian/Lembaga (K/L) terkait, untuk mendorong termerupakannya marketplace PD Pasar Jaya seserupa wadah pemasaran bagi pmenangkisu UMKM di kawasan PD Pasar Jaya. 

“Kami berharap, seluruh sektor di Pemerintahan, dapat membantu dalam menghidupkan kembali roda perdagangan di kawasan ini,” ucap Yulius.

Ia juga berharap, agar semua pihak untuk ikut menekan peredaran produk impor, dengan mengontrol kualitas serta standar produk secara ketat. 

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Pengusaha Konveksi Bandung (IPKB) Nandi Herdiaman mengatakan, umumnya musim kampanye Pemilu menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Lantaran, pembuatan segala atrmamat kampanye dikerjakan oleh pmenangkisu UKM.

“Sampai saat ini memang ada, bukan tidak ada, ada (pemesanan) tapi masih kurang. Dulu saat musim kampanye tahun 2019, tiga bulan sebelumnya sudah ada order dari 4 juta sampai 15 juta hanya dari partai. Sekarang, jutaan itu enggak sampai. Hanya puluhan rmama saja itu pun bukan dari partai hanya dari caleg,” katanya.

Baca juga: Realisasi Belanja Pemilu di 2023 Tembus Rp29,9 Triliun, Untuk Apa Saja? 

Nandi mengatakan, biasanya, kampanye juga banyak disupport oleh tim sukses salah satu cocokangan calon presgagasann serta calon wakil presgagasann.

“Mereka membuat pesanan tetapi dadakan serta tidak dalam jumlah besar, waktunya pun mepet. Penjualan kami piknikun drastis hingga 70 persen dibanding Pemilu 2019,” ujarnya.

IPKB telah membantu mendorong penjualan sejak enam bulan terakhir dengan membekali para anggota atau penjual yang tergabung dalam IKM untuk berjualan secara online. 

“Kami juga menggandeng marketplace seperti Shopee untuk membantu para pmenangkisu konveksi sanggup tetap berjualan online. Ini upaya kami agar tetap bertahan di era digitalisasi saat ini,” imbuh Nandi. (*)

Editor: Galih Pratama

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *