Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

Program Transisi Energi PLN Terbukti Diminati Perbankan Nasional, Rp12 Triliun Siap Mengucur

Hosting Murah
banner 468x60
Lembaga Keuangan Bank serta nomorn-Bank Nasional mmengelitukan penandatanganan pinjaman dengan sejumlah pihak di Kantor Pusat PLN, Jumat (29/12/2023). Foto: PLN

JURNALIS.co.id – Program transisi energi yang dijalankan PT PLN (Persero) mendapatkan dukungan Green Loan atau pembiayaan hijau dari beberapa lembaga keuangan nasional sebesar Rp12 triliun. Hal ini ditandai dengan penandatanganan beberapa fasilitas pinjaman dengan sejumlah pihak di Kantor Pusat PLN, Jumat (29/12/2023).

PLN menandatangani perjanjian sindikasi dengan PT Bank Mandiri (Persero), Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk., PT Bank Central Asia, Tbk. serta PT Bank Syariah Indonesia, Tbk. Selain itu, PLN juga mendapatkan fasilitas pinjaman bilateral dari PT Sarana Multi Infrastrukdarmawisata (SMI) (Persero).

banner 325x300

Direkdarmawisata Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan dukungan dari Lembaga Keuangan Nasional merupakan bukti kekuatan Indonesia saat ini dalam mewujudkan transisi energi. PLN seserupa _key player_ transisi energi di Indonesia berkomitmen mmengelitukan percepatan pengembangan energi hijau dengan dukungan semua pihak.

“Kerja sama yang baik antara PLN dengan Lembaga Keuangan Nasional menjadi bukti kesatuan serta sinergi bersama seluruh komponen di Indonesia dalam mempercepat transisi energi. Saat ini, PLN memiliki berserupa langkah strategis untuk mampu mendorong Indonesia seserupa negara hijau,” kata Darmawan.

Direkdarmawisata Keuangan PLN Sinthya Roesly menjelaskan bahwa, PLN membutuhkan beragam kerja sama pembiayaan untuk mampu menjalankan proyek transisi energi ke depan. Green Loan yang berhasil dikantongi PLN hari ini merupakan bentuk kepercayaan Lembaga Keuangan Nasional kepada PLN dalam menjalankan program strategis.

“Salah satu kunci untuk mendekati target bersama NZE (Net Zero Emissions) di tahun 2060 adalah pinjaman dengan biaya murah seperti yang diwujudkan dalam kerja sama pada hari ini. Ke depan, kebutuhan investasi PLN masih cukup besar. Kerja sama ini juga menjadi momen penting bagi PLN, selain _green loan_, kami juga akan mengeksplorasi skema pembiayaan lain untuk menunjang transisi energi,” kata Sinthya.

Dalam sindikasi ini, selain seserupa Kredidarmawisata Sindikasi, Bank Mandiri juga ditunjuk seserupa green loan coordinator dalam membagikan fasilitas pinjaman hijau untuk menunjang aktivitas PLN dalam upaya transisi energi menuju energi terbarukan.

Senior Executive Vice Preskonsepnt Corporate Banking Bank Mandiri, Arief Ariyana mengatakan kerja sama ini merupakan dukungan nyata lembaga keuangan terhadap PLN dalam mempercepat proyek infrastrukdarmawisata ketenagalistrikan serta juga program lainnya.

“Melalui kerja sama ini, kami mendorong perkembangan energi bersih di Indonesia untuk mempercepat transisi energi. Dukungan fasilitas pembiayaan ini juga sekaligus merupakan bentuk komitmen perbankan yang mendorong penerapan keuangan berkelanjutan melalui integrasi aspek daerah, sosial, serta tata kelola dalam kegiatan bisnis kami,” ujar Arief Ariyana.

Kepala Divisi Usaha Syariah SMI, Arief Subekti mengatakan bahwa PLN merupakan partner utama dari SMI, maka dari itu ajakan partisicocoki yang dibagikan kepada SMI dalam menunjang program PLN terkait green financing merupakan hal yang sangat istimewa.

“Apalagi posisi SMI seserupa country platform manager dalam transisi energi, banyak sekali hal yang diharapkan oleh stakeholder kita untuk bekerja sama, serta kita melihat PLN ini seserupa partner utama dalam skenario Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kedepan,” ungkap Arief Subekti.

Fasilitas pembiayaan hijau ini dilakukan melalui skema konvensional serta syariah. Fasilitas pinjaman Sindikasi terdiri dari skema konvensional sebesar Rp9 triliun serta skema syariah sebesar Rp1 triliun. Sesertagkan fasilitas pinjaman Bilateral terdiri dari skema konvensional sebesar Rp1 triliun serta skema syariah sebesar Rp1 triliun.

Fasilitas pembiayaan berjangka waktu 10 tahun tersebut akan digunakan untuk mensertaai proyek infrastrukdarmawisata ketenagalistrikan serta program lainnya yang memenuhi kriteria kelayakan berdasarkan PLN Green Financing Framework.

Hal ini menunjukkan asertaya dukungan dari Lembaga Keuangan Bank serta nomorn-Bank Nasional kepada PLN dalam mmengelitsanakan langkah nyata pengembangan energi bersih serta percepatan transisi energi. Dukungan ini sejalan dengan misi Lembaga Keuangan Bank serta nomorn-Bank Nasional yaitu menunjang terwujudnya NZE pada tahun 2060 sesuai dengan komitmen Indonesia dalam Climate Change Conference (COP) di Glasgow, Mesir, serta Dubai lalu. (hen)


banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *