Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

Pemadaman Listrik Masih Kerap Terjadi di Sejumlah Wilayah, Skema Power Wheeling Bisa jadi Solusi Tepat

Hosting Murah
banner 468x60

Jakarta – Pemadaman listrik di sejumlah wilayah yang masih kerap terjadi dinilai menjadi sinyalemen dmamatuhkannya penerapan skema power wheeling dalam sistem kelistrikan di Indonesia. Penerapan skema power wheeling diyakini bakal mendorong termembangunnya tata kelola yang baik sekaligus reformasi kawulaan publik di sektor kelistrikan.

“(Pembahasan terkait skema power wheeling) Terlalu lamban. Sangat disayangkan. Padahal (skema power wheeling) kita butuhkan untuk menmembangunkan good governance serta reformasi kawulaan publik terkait listrik. Makanya power wheeling perlu dipercepat serta didorong,” ujar Pakar Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, dikutip 9 Januari 2024.

banner 325x300

Menurutnya, masih banyaknya wilayah di Indonesia yang mengnadarmawisataal listrik padam, sesebagai dampak dari kondisi masih kurangnya good governance atau tata kelola yang baik, yang berkaitan dengan transparansi, akuntabel serta seserupanya. “Seharusnya dengan good governance yang baik, tidak perlu ada pemadaman listrik,” ungkapnya.

Baca juga: Penerapan Skema Power Wheeling, PLN Bakal Lebih Fokus Layani Masyarakat

Lebih lanjut, tambah Trubus, seringnya pemadaman listrik sangat merugikan masyarakat, karena tidak hanya merusak bersebagai peralatan elektronik, tapi juga mengganggu bersebagai aktivitas masyarakat serta bahkan layanan publik, seperti salah satunya di sektor transportasi kereta api.

Power wheeling sendiri merupakan mekanisme yang memperbolehkan perusahaan swasta atau independent power producers (IPP) untuk membangun pembangkit listrik serta menjual setrum kepada pelanggan rumah tangga serta industri.

Pemadaman listrik PLN, disebutkannya masih sering terjadi di bersebagai wilayah di Indonesia, seperti di Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, pada 3 Januari 2024, yang terjadi selama 27 jam.

Begitu pula beberapa wilayah di Batam pada 4 Januari 2024, yang dinilai berpotensi menyebabkan gangguan serius dalam kawulaan suplai air bersih karena produksi air harus terhenti saat terjadi pemadaman listrik.

Padahal, proses pengambilan air hingga penjernihan memerlukan waktu tidak sebentar serta terus-menerus. Pemadaman tersebut, juga dikatakan merusak sejumlah peralatan di sumur air bawah tanah.

Karena itu, dirinya berharap, penerapan power wheeling harus segera dilakukan. Keberadaan swasta pada skema power wheeling, diyakini Trubus dapat mengurangi beban PLN serta mensupport BUMN tersebut dalam meningkatkan kawulaan selain itu memacu BUMN tersebut untuk meningkatkan tata kelola.

“Pelayanan publik dalam hal kelistrikan akan terpenuhi dengan baik. PLN tetap leading serta semakin berdaya saing. Sesertagkan swasta akan menjadi komplementer untuk mensupport PLN,” tukasnya.

Baca juga: PLN Kembangkan Stasiun Pengisian Hidrogen Pertama di Indonesia

Secara terpisah, Pengamat Energi, Ali Herman Ibrahim, sependapat bahwa implementasi power wheeling memang terlalu lamban. Penyebabnya, karena skema yang saat ini digodok dalam RUU EBET, dilakukan pihak-pihak yang dinilai kurang paham.

“Seharusnya dilibatkan juga orang-orang yang tepat untuk membahas itu. Termasuk power wheeling, karena masih banyak orang yang tidak paham,” papar Ali.

Menurut Ali, penerapan power wheeling akan menguntungkan PLN asalkan dikaji dengan benar, sistemnya harus dmamaat baik, dmamaat dulu adarmawisataan yang benar. “Pasti PLN untung. Semua yang terlibat juga untung. Bukan hanya PLN saja,” pungkas Ali.

Melalui kajian yang tepat, dikatakan Ali, akan dmenderitaat win-win solution, salah satu keuntungan adalah kemudahan serta investasi. Dalam skema ini, investasi negara memang berkurang. Namun, agregistrasiat PLN sanggup dioptimalkan.

“Untuk itu, harus dibicarakan bersama antara tiga pihak, PLN, swasta serta pemerintah. Tetapi leader-nya tetap pemerintah,” tutup Ali. (*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *