Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

Menyoroti Gabriel Attal, Perdana Menteri Prancis Termuda yang Tersorot oleh Kontroversi

Mengenal Gabriel Attal, Perdana Menteri Prancis Termuda dengan Sederet Kontroversinya
Hosting Murah
banner 468x60

Presiden Prancis Emmanuel Macron telah mengumumkan Perdana Menteri barunya, Gabriel Attal, pada Selasa (9/1). Attal sebelumnya menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan sekarang menggantikan posisi PM Elisabeth Borne yang mengundurkan diri. Dengan usia 34 tahun, Attal menjadi kepala pemerintahan termuda dalam sejarah Prancis, mengalahkan Laurent Fabius dari Partai Sosialis yang dilantik pada tahun 1984 saat berusia 37 tahun.

Namun, penunjukan Attal sebagai PM Prancis menuai sorotan publik karena dinilai sebagai sosok yang kontroversial. Dia telah melarang penggunaan abaya muslim di sekolah Prancis dan merupakan politisi LGBT pertama yang secara terang-terangan mengakui orientasi seksualnya. Attal juga memiliki kemitraan sipil dengan Stéphane Sejourné, seorang politikus dan penasihat politik Macron.

banner 325x300

Gabriel Attal lahir pada tahun 1989 di Paris. Ayahnya adalah seorang produser film keturunan Tunisia-Yahudi, sedangkan ibunya bekerja di industri film dan berasal dari keluarga Kristen Ortodoks. Attal dibesarkan di Paris bersama tiga adik perempuannya dan menempuh pendidikan di École Alsacienne sebelum melanjutkan kuliah di Sciences Po, di mana ia meraih gelar master di bidang hubungan masyarakat.

Karier politik Attal dimulai pada tahun 2006 ketika ia bergabung dengan Partai Sosialis. Dia bekerja untuk Menteri Kesehatan Marisol Touraine dari tahun 2012 hingga 2016. Pada tahun 2017, Attal terpilih sebagai anggota Majelis Nasional Prancis dan menjadi juru bicara pemerintah Prancis selama pandemi Covid-19. Pada Juli 2023, ia diangkat sebagai Menteri Pendidikan, tetapi keputusan-keputusannya yang kontroversial menuai banyak kritik.

Dengan latar belakang dan perjalanan karier yang beragam, Gabriel Attal telah menjadi figur yang menarik perhatian publik sejak diangkat menjadi Perdana Menteri Prancis. Meskipun dianggap kontroversial oleh beberapa orang, ia tetap memiliki potensi untuk membawa perubahan dan memperjuangkan kepentingan negara.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *