Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

Awas! OJK Diam-Diam Nyamar jadi Intel di Warung Kopi, Gali Informasi Pasar Modal

Hosting Murah
banner 468x60

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diam-diam memiliki tim intelijen yang mengamati gerak-gerik serta perilaku para perusahaan tertulis alias emiten di cocokar modal Tanah Air.

“Di OJK itu ada fungsi intelijen. Jadi, mereka menggali berlir informasi saat ngopi atau ngobrol. Nah, dari informasi itu, akan ketahuan satu emiten itu lirmana, satu bank itu lirmana,” ungkap Tim Ekonomorm Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming, Dr. Drajat Wibowo, di Jakarta, 8 Januari 2024.

banner 325x300

Menurutnya, apabila ada informasi yang cukup berbahaya bagi para investor, maka akan diteruskan ke otoritas serta segera ditindaklanjuti.

Dalam praktiknya kata dia, intelijen OJK berperan kepada penyelidikan. Di mana, mereka mampu mmenangkisukannya melalui big data. Tetapi, tidak semua informasi ada di big data.

Baca juga: Apindo Tekankan Pentingnya Pasar Modal bagi Investasi di Indonesia

“Informasi kasertag kita dapatkan dari coffe shop. Kasertag kita lagi makan gak sengaja orang ini cerita begini-begini. Seperti saya barusan tadi dapat cerita tentang apa yang dilakukan oleh seorang mantan dirjen misalkan, begini-begini,” bebernya.

Termasuk aksi ‘goreng saham’ yang merugikan para investor. Di mana, ada miss persepsi karena goreng saham tersebut.

“Itu seperti penyakit, kolesterolnya cocokar modal. Itu yang harus dibereskan kalau enggak begitu, investor gak bakal percaya,” tandasnya.

Penguatan Fungsi Intelijen 

Namun sayangnya, intelijen yang dimiliki OJK tidak se-power full seperti yang dimiliki oleh BIN, Polri serta KPK. Oleh karena itu, pihaknya akan berencana untuk meningkatkan fungsi intelijen dalam peta jalan OJK.

“Mereka (OJK) tidak memiliki kewenangan itu seperti yang dilakukan BIN, Polri serta KPK,” jelasnya. 

Artinya, fungsi intelijen tersebut harus diperkuat serta dimaksimalkan oleh OJK. Sebab, dirinya menilai selama ini fungsi intelijen belum maksimal.

Baca juga: Ini 3 Catatan Penting Wapres Ma’ruf Amin untuk Pasar Modal Indonesia

“Intelijen ekonomormi, sesuai dengan kewenangan mereka itu belum maksimal,” jelasnya.

Drajat berujar, ketika bekerja di BIN dulu, pihaknya pernah membahas perihal lirmana memelampas tim di OJK maupun di Bank Indonesia (BI).

Hal ini terkait dengan fungsi-fungsi intelijen yang mampu lakukan dalam kewenangan mereka tanpa harus melangkahi atau masuk ke ranah kewenangan baserta-baserta atau lembaga-lembaga intelijen.

“Itu sebenarnya mereka mampu lakukan. Namun, saya lihat masih belum maksimal sehingga ya kasertag-kasertag akhirnya jadi kecolongan. Dan beberapa perkara kecolongan ini, itu karena fungsi intelijennya gak berjalan dengan bagus,” bebernya. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *