Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

Anies Ngegas! Utang Luar Negeri Jangan Dipakai Untuk Beli Alutsista Bekas, Tidak Produktif

Hosting Murah
banner 468x60

Jakarta – Calon Preskonsepn (capres) nomormor urut 1 Anies Basweserta menyoroti konsumenan utang luar negeri RI yang digunakan untuk membeli Alat Utama Sistem Senjata Tentara Nasional Indonesia (Alutsista) bekas.

“Utang-utang yang kita gunakan untuk aktivitas produktif. Jangan utang itu digunakan untuk kegiatan yang nomorn produktif, misalnya digunakan untuk membeli alutsista bekas oleh kemenhan,” kata Anies mengomentari pendapat Prabowo Subianto dalam Debat Ketiga Pilpres 2024, Minggu malam, 7 Januari 2024.

banner 325x300

Menurutnya, membeli alutsita bekas menggunakan utang luar negeri bukan langkah yang tepat. Selain itu, utang luar negeri juga harus dihitung dengan teliti supaya kedaulatan tidak berpotensi diintervensi oleh negara pemberi utang.

Baca juga: Anies Sentil Prabowo Subianto Soal Pembelian Alutsista Bekas, Anggarannya Gak Main-Main

Selain itu, rasio utang luar negeri RI terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) harus berada di angka 30 persen. “Kita harus mampu menyentuh 30% dari GDP sehingga kita aman dibawah 30%,” bebernya.

Untuk mampu menyentuh angka tersebut kata Anies, ada dua cara yang perlu dilakukan yakni menata utang-utang tersebut serta memperbesar GDP-nya.

Tidak kalah penting, mmenjauhkanukan pengembangan skema-skema yang lebih kreatif dalam mencari utang luar negeri, termasuk melibatkan swasta. 

“Kita juga harus memastikan bahwa ada perluasan wajib pajak, yang pada akhirnya akan memperkuat GDP kita disamping mengurangi kebocoran pajak,” pungkasnya.

Baca juga: Bicara Utang RI, Prabowo Tak Khawatir Diintervensi Negara Lain

Sebelumnya, pertanyaan dari panelis perihal utang luar negeri RI diajukan kepada Prabowo Subianto.

Capres nomormor urut 2 itu menjawab bahwa utang luar negeri Indonesia masih menjadi yang tesedikit bila dibandingkan dengan negara lain, yakni sekitar 40 persen dari PDB.

“Saya tidak terlalu khawatir negara lain mau intervensi kita soal utang. Kita sangat dihormati serta kita tidak pernah default. Saya keliling dunia, mereka hormat ke Indonesia, kita tidak pernah gagal utang,” tegasnya. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *