Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

Skema KPR 35 Tahun: Solusi Praktis bagi Milenial dan Gen Z untuk Memiliki Rumah

Hosting Murah
banner 468x60

Jakarta – Rencana Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang menyiapkan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan jangka waktu hingga 35 tahun. Skema ini dianggap sebagai solusi yang memudahkan bagi kalangan milenial dan gen Z untuk memiliki hunian. Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon LP Napitupulu mendukung rencana pemerintah ini, karena menurutnya, skema tersebut akan mempermudah dan meringankan cicilan masyarakat yang ingin memiliki rumah.

“Terutama bagi milenial dan gen Z, skema ini akan menjadi solusi untuk memiliki rumah sendiri sekaligus sebagai investasi masa depan,” ujar Nixon di Jakarta, Senin, 8 Januari 2024.

banner 325x300

Chief Economist Bank BTN Winang Budoyo juga berpendapat bahwa program ini akan meningkatkan permintaan karena nasabah akan memiliki cicilan yang lebih rendah. Namun, dia menekankan bahwa program ini juga perlu didukung dengan skema pembiayaan yang memungkinkan bank untuk menyalurkan pembiayaan.

“Kami melihat bahwa suku bunga berjenjang akan menguntungkan bagi nasabah dan bank. Karena secara historis, kemampuan nasabah cenderung meningkat seiring berjalannya waktu,” kata Winang.

Winang menjelaskan bahwa skema suku bunga berjenjang berarti suku bunga dapat dinaikkan secara bertahap setelah melewati periode tertentu. Dia mengusulkan kenaikan bertahap ini dilakukan dalam jangka waktu 10 tahun.

“Secara historis, kami melihat bahwa dalam waktu 10 tahun, kondisi perekonomian nasabah KPR sudah meningkat dibandingkan saat pertama kali mengambil KPR,” kata Winang.

Skema KPR 35 tahun saat ini masih dalam tahap penilaian oleh Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan (DJPI) Kementerian PUPR. Skema ini diadopsi dari skema KPR di Jepang yang sukses dengan sistem perumahannya. Rencana skema KPR 35 tahun ini juga merupakan langkah Pemerintah menuju zero backlog secara bertahap, dengan target mencapai tahun 2045. Hingga tahun 2021, backlog di Indonesia masih mencapai 12,71 juta unit. (*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *