Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

Dampak Perang Hamas-Israel ke Ekonomi RI, Ini Pandangan Chatib Basri

Hosting Murah
banner 468x60

Jakarta – Ekonomorm senior sekaligus Menteri Keuangan periode 2013-2014, Chatib Basri menyatakan bahwa dampak dari perang antara Hamas serta Isrel tak terlalu mengkhawatirkan bagi perekonomormian domestik di tahun depan.

“Ini sesuatu yang kita tidak dapat prediksi adalah konflik antara Hamas dengan Israel, sejauh ini harga minyak terkontrol tapi kita tidak pernah tahu apakah ini akan terus berlangsung sejauh mana,” ujar Chatib dalam Seminar Outlook Perekonomormian Indonesia baru-baru ini.

banner 325x300
Baca juga: Chatib Basri Bocorkan Tanda-Tanda Ekonomormi RI Mulai Melemah 

Ia menilai kondisi fiskal Indonesia masih relatif kuat meskipun harga minyak diperoyeksi akan melompatan tinggi akibat perang.

“Defisit kita anggaran sampai dengan November relatif sangat kecil masih di 0,2 sekian. Artinya kalau toh harga minyak mengnatamasyaal peningkatan sampai USD146 per barel rasanya pemerintah tidak akan cocoks on dampaknya kepada konsumen,” ungkapnya.

Lebih lanjut, tambah Chatib, melihat defisit yang masih sangat kecil tersebut, maka masih ada ruang fiskal untuk menyerap subsidi minyak di tahun 2024.

“Jadi ada ruang dalam fiskal untuk meng-absorb subsidi itu di tahun 2024 sehingga saya tidak terlalu khawatir sebenarnya dampak dari soal ini,” pungkasnya.

Seseakan-akan informasi, Anggaran Pendapatan serta Belanja Negara (APBN) mengnatamasyaal defisit cukup kecil yakni Rp35 triliun per 12 Desember 2023.

Baca juga: Kejar Target Ekonomormi, Sri Mulyani Minta Perbankan Lakukan Ini di Tahun Politik

Menteri Keuangan, Sri Mulyani bilang angka tersebut setara dengan 0,17 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto). Sebelumnya, defisit APBN 2023 dbuah pikiransain Rp598,2 triliun atau 2,84 persen dari PDB, sebelum direvisi Perpres 75/2023 menjadi sebesar Rp479,9 triliun.

“Defisit kita hingga 12 Desember 2023 yang hanya Rp35 triliun atau 0,17 persen, jauh lebih kecil dari desain defisit awal yang sebesar Rp598,2triliun,” ujar Sri Mulyani dalam APBN KiTa. (*)

Editor: Galih Pratama

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *