Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

OJK Meminta Perbankan Menerapkan Aspek Kehati-Hatian karena DPK yang Melambat

Dian Ediana Rae
Hosting Murah
banner 468x60

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah meminta perbankan untuk terus memperhatikan prinsip kehati-hatian dalam operasional mereka dan untuk selalu menjaga profesionalisme, inovasi, dan integritas yang tinggi. Hal ini bertujuan agar industri perbankan bisa mencapai pertumbuhan yang sehat. Data dari OJK menunjukkan bahwa kinerja perbankan mengalami perlambatan hingga kuartal III-2023. Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga melambat menjadi 6,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 6,77 persen.

Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, menjelaskan bahwa perlambatan pertumbuhan DPK ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain tingginya pertumbuhan DPK pada masa pandemi yang kemudian terbatas karena konsumsi masyarakat menurun. Selain itu, adanya surplus dana di beberapa perusahaan korporasi, peningkatan konsumsi masyarakat dengan status pandemi yang berubah menjadi endemi, aliran dana non-residen keluar karena suku bunga global yang tinggi, dan adanya instrumen penempatan dana selain DPK yang lebih menarik.

banner 325x300

Selain perlambatan DPK, pertumbuhan kredit perbankan juga melambat menjadi 8,96 persen di kuartal III-2023 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 11,00 persen. Namun, likuiditas bank umum masih mencukupi dengan rasio AL/NCD dan AL/DPK masing-masing sebesar 115,37 persen dan 25,83 persen. Tingkat permodalan juga kuat dengan CAR sebesar 27,33 persen dan risiko kredit yang terpantau membaik dengan rasio NPL gross dan NPL net yang menurun menjadi 2,43 persen dan 0,77 persen.

Dian menambahkan bahwa perbankan perlu memperhatikan risiko pasar dan likuiditas yang terkait dengan peningkatan biaya dana, serta risiko kredit yang berpotensi meningkat dan dapat mempengaruhi daya beli nasabah. Oleh karena itu, perbankan didorong untuk memperkuat modalnya, menjaga cakupan CKPN dengan baik, dan secara rutin melakukan uji stres untuk mengukur kemampuan permodalannya dalam menyerap risiko kredit restrukturisasi.

OJK juga terus memantau perkembangan volatilitas ekonomi global dan dampaknya terhadap ekonomi domestik. OJK melakukan pengawasan perbankan secara intensif dan berkelanjutan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan perbankan di Indonesia. IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global akan melambat pada tahun 2023 dan 2024, sementara ekonomi domestik Indonesia masih tumbuh kuat sebesar 4,94 persen di kuartal III-2023.

Selain itu, OJK juga telah menerbitkan beberapa ketentuan perbankan untuk memperkuat regulasi, serta berkoordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait dalam menjaga stabilitas sistem keuangan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *