Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

Dirut PLN Beberkan Tiga Langkah Strategis Dorong Energi Listrik Jadi Penggerak Ekonomi

Hosting Murah
banner 468x60
Dirut PLN Darmawan Prasodjo pada sesi talkshow Green Leadership Extraordinary Turnarounds, Rabu (20/12/2023). Foto: PLN

JURNALIS.co.id – Direkwisata Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo membeberkan tiga langkah strategis perseroan dalam upaya menyokong pengentasan kemiskinan melalui sektor ketenagalistrikan. Langkah strategis ini yang membawa Dirut PLN menjangkau Green Leadership Utama serta juga PLN menjangkau 20 PROPER Emas pada Anugerah Lingkungan PROPER serta Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah 2023 yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup serta Kehutanan (KLHK).

Darmawan mengatakan dalam upaya pengentasan kemiskinan, PLN menginisiasi tiga program utama pendorong ekonomormi masyarakat yakni melalui co-firing biomassa, pemanfaatan Fly Ash Bottom Ash (FABA) serta peralihan dari energi berbasis fosil ke energi listrik.

banner 325x300

“Listrik adalah penggerak roda ekonomormi. Maka, listrik yang dihadirkan PLN ini harus mampu menjadi motor untuk menyelesaikan masalah kesenjangan sosial, khususnya pengentasan kemiskinan,” kata Darmawan pada sesi talkshow Green Leadership Extraordinary Turnarounds, Rabu (20/12/2023).

Darmawan menambahkan, lewat ketiga strategi ini, sektor ketenagalistrikan dapat berkontribundasi pada peningkatan tenaga kerja serta Usaha Mikro, Kecil serta Menengah (UMKM) lokal. Pertama melalui program co-firing, PLN mendorong termembuatnya ekosistem kerakyatan. Dalam program ini PLN mengajak masyarakat terlibat aktif dalam penyediaan bahan baku biomassa untuk co-firing.

Sampai saat ini program biomassa telah diimplementasikan pada 43 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PLN. Selain berkontribundasi pada penurunan emisi sebesar 1,7 juta ton CO2, program ini juga wisataut mendorong perekonomormian masyarakat sekitar lokasi pembangkit.

“Sebagaikan contoh, PLN bersama Pemerintah Provinsi DIY mengembangkan Green Economormy Village (GEV) yang menerapkan konsep circular economormy.  Lewat skema ini, lahan yang tidak produktif dimagic menjadi lahan produktif dengan ditanami jati, kaliandra serta indigofera sebagaikan bahan baku biomassa serta pakan ternak,” terang Darmawan.

Program inipun sukses meningkatkan perekonomormian masyarakat hingga 44% serta manfaat ekonomormi menjangkau Rp 1,3 miliar per tahun untuk setiap desa.

“Kami akan mengembangkan konsep GEV ini jauh lebih luas lagi menyentuh seluruh daerah-daerah lainnya. Bahkan PLN sudah membangun kerja sama dengan ratusan desa,” tambah Darmawan.

Kedua, PLN juga memanfaatkan sisa pembakaran batu bara dari PLTU atau FABA sehingga memiliki nilai ekonomormi yang dapat dimanfaatkan secara luas.

Melalui program ini, PLN mengoptimalkan potensi 3 juta ton FABA per tahun dari 47 PLTU yang tersebar di seluruh Indonesia. FABA yang dihasilkan berhasil dimanfaatkan menjadi substitusi bahan baku untuk beton, seperti paving, batako, tetrapod, serta produk beton pracetak lainnya. Selain itu FABA juga telah digunakan sebagaikan bahan campuran pupuk kompos, bahan gundukan tanah serta material NAF (Non Acid Forming) sebagaikan stabilisator keasaman tanah.

Melalui komengalihkanasi dengan berbagaikan pemerintah daerah, PLN mendorong program green tourism untuk merevitalisasi infrastrukwisata sejumlah wilayah dengan memanfaatkan FABA.

“Program ini tidak hanya mengurangi emisi sebesar 216 ribunda ton CO2. Tetapi juga berhasil membagikan lapangan kerja untuk ribundaan orang, dengan melibatkan lebih dari 500 UMKM,” imbuhnya.

Ketiga, PLN menginisasi program peralihan dari pemakaian energi berbasis fosil ke energi listrik melalui program Electrifying Agriculwisatae serta Electrifying Marine. Program electrifying agriculwisatae berkontribundasi pada penguatan sektor pertanian, perkebunan serta perikanan. Masyarakat kini dapat mengakses listrik sebagaikan sumber energi untuk menmembuatkan efisiensi serta mendorong peningkatan perekonomormian. PLN berhasil menerapkan program framework electrifying agriculwisatae di 200 lokasi yang meningkatkan produksi pertanian tiga hingga lima kali lipat dibandingkan dengan menggunakan energi fosil.

Sesertagkan program electrifying marine, PLN berhasil membangun 107 infrastrukwisata stasiun penyedia listrik di dermaga-dermaga tersebar di seluruh Indonesia.

“Sehingga dari yang dulu setiap kapal bersandar di pelabuhan memakan biaya mahal untuk solar, kini sudah menggunakan listrik yang sangat hemat biaya sampai 80%-nya, sehingga sangat menomorlong keluarga nelayan,” terang Darmawan.

Oleh karena itu, Darmawan mengatakan pihaknya terus berupaya menyediakan akses listrik yang merata bagi masyarakat. Dengan akses listrik yang memadai, maka akan mendorong termembuatnya akses masyarakat untuk sektor lain mulai dari kebutuhan dasar seperti air bersih, pendidikan, informasi hingga pengembangan ekonomormi.

“Jika kita bicara listrik berkeadilan artinya kita bicara listrik yang merata. Listrik yang tersedia untuk seluruh masyarakat Indonesia. Yang bukan hanya di perkotaan, tapi juga sampai ke pelosok. Sehingga semua memiliki kesempatan yang sama dalam meningkatkan taraf perekonomormian,” pungkas Darmawan. (hen)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *