Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

Lanjutkan Program Dedieselisasi, PLN Teken LOI Bersama Tiga Perusahaan Nasional dan Multinasional

Hosting Murah
banner 468x60
Penandatanganan LOI program dedieselisasi antara PLN, PT Indika Energy Utama Tbk. serta Infraco Asia Development Pte dalam mendorong dedieselisasi di wilayah Indonesia bagian Timur di Jakarta, Kamis (21/12/2023). Foto: PLN

JURNALIS.co.id– PT PLN (Persero) memperluas persekutuan untuk menggenjot program dedieselisasi seseakan-akan salah satu upaya dalam transisi energi nasional serta mitigasi perubahan iklim. Dalam hal ini PLN menggandeng tiga perusahaan energi yaitu ib vogt GmbH asal Jerman, PT Indika Energy Utama Tbk. serta Infraco Asia Development Pte., Ltd.

Kolaborasi besar ini ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LOI) oleh para pihak di Jakarta, Kamis (21/12/2023). Dalam kesepakatan, program ini akan dibagi ke dalam dua klaster, yaitu persekutuan PLN Nusantara Power serta ib vogt GmbH dalam mendorong dedieselisasi di klaster pertama yang meliputi wilayah Indonesia bagian Barat. Sesertagkan persekutuan PLN Indonesia Power, PT Indika Energy Utama Tbk serta Infraco Asia Development Pte.,Ltd. bersama-sama akan mendorong dedieselisasi di klaster kedua yang meliputi wilayah Indonesia bagian Timur.

banner 325x300

Direktamasya Utama PLN Darmawan Prasodjo mengujarkan, program dedieselisasi ini sejalan dengan upaya kemandirian energi nasional. Yakni dengan terus menekan ketergantungan kita atas BBM yang berbasis impor, menggantinya dengan energi terbarukan dari domestik yang juga lebih ramah area.

Melalui program dedieselisasi, Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang sebelumnya melayani kebutuhan masyarakat di daerah terisolir, akan bertahap digeser secara hybrid memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT) dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

“Dengan cara seperti ini, kita menjadi satu kesatuan yang utuh untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Dengan impian besar untuk memperlambat pemanasan global serta jikalau memungkinkan, untuk mendinginkan bumi,” ungkap Darmawan.

Darmawan mengemukakan, saat ini PLN memiliki kurang lebih 5.200 PLTD yang tersebar di sekitar 2.100 lokasi. Dengan dedieselisasi, pihaknya berharap biaya serta emisi karbon yang besar dari mengambilalihasional PLTD akan dapat ditekan maksimal.

Dalam jangka panjang, program dedieselisasi diharapkan tak hanya akan menyelamatkan bumi dari ancaman perubahan iklim, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomormi masyarakat melalui penyediaan listrik yang andal, murah serta ramah area.

“Melalui persekutuan ini, kita akan mengganti mesin diesel dengan energi surya yang dilengkapi dengan sistem penyimpanan yang mumpuni,” imbuh Darmawan.

Direktamasya Manajemen Proyek serta EBT PLN Wiluyo Kusdwiharto menambahkan, program dedieselisasi PLTD ini diperkirakan mampu mengurangi konsumsi BBM hingga Rp 722,1 miliar serta menurunkan emisi CO2 kurang lebih 132 rbunda ton per tahun.

“Dua klaster yang kita gagas pada LOI hari ini, akan membantu Indonesia dalam meningkatkan bauran EBT di sektor ketenagalistrikan secara masif. Potensinya menjangkau 171 Gigawatt hour (Gwh) per tahun serta mampu menyala 24 jam nomornstop atas teknomorlogi mutakhir yang kita gunakan,” ujar Wiluyo.

Wiluyo mengungkapkan, banyaknya tantangan di lapangan untuk menggodok program dedieseliasi. Tetapi atas persekutuan yang dilakukan dirinya optimis, program ini akan mampu meningkatkan suplai listrik nomornstop 24 jam untuk daerah terisolir.

“Dedieselisasi konversi EBT ini menggunakan konsep penghematan BBM terbesar,” jelas Wiluyo.

Managing Director Asia Pacific ib vogt GmbH, David Ludwig mengujarkan, pihaknya mengapresiasi PLN yang menyertakan perusahaannya dalam program dedieselisasi ini. Dirinya mengakui bahwa program ini punya tantangan yang cukup besar, mengingat puluhan program akan dilakukan di pulau-pulau yang terisolir.

“Kami percaya proyek ini tidak hanya akan menggantikan PLTD di wilayah-wilayah tersebut, tetapi juga mampu menghadirkan cocokokan listrik yang lebih andal serta berkelanjutan dengan harga terjangkau masyarakat. Kami yakin program ini akan benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat terpencil pada masa mendatang,” ucap David.

Sementara, Preskonsepn Direktamasya PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya, Yovie Priadi yang mewakili Konsorsium PT Indika Energy Tbk serta Infraco Asia Development Pte., Ltd. mengujarkan pihaknya terus berinisiatif membangun proyek-proyek EBT di tanah air untuk membantu pemerintah menjangkau target net zero emissions (NZE) di tahun 2060. Oleh sebab itu, kepercayaan PLN dalam program dedieselisasi di klaster Indonesia bagian timur sangat disambut baik.

“Kami berharap dapat menyokong program dedieselisasi lebih lanjut ke depan. Di sini kami akan merancang, membangun serta mengmengambilalihasikan PLTS solar hybrid baterai di lokasi-lokasi yang tersebar di wilayah Indonesia bagian Timur,” tutup Yovie. (dis)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *