Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

Menghadapi Tantangan Industri Sawit, Pembentukan PalmCo Menjadi Solusi

Sawit
Hosting Murah
banner 468x60

Pengamat ekonomi dan akademisi dari Universitas Gajah Mada (UGM), Fahmy Radhi, berpendapat bahwa Sub Holding PalmCo, hasil konsolidasi beberapa unit usaha dalam PTPN Group, akan memiliki keleluasaan yang lebih besar dalam mengembangkan bisnis di industri kelapa sawit, baik untuk pangan maupun bahan baku energi. Fahmy menyatakan bahwa dengan adanya PalmCo, perusahaan akan memiliki kemampuan yang lebih fleksibel dalam mengatasi berbagai masalah dan tantangan yang dihadapi oleh industri sawit nasional dan pemerintah. Ia juga berharap bahwa PalmCo dapat mengurangi sejumlah tantangan yang kompleks dalam industri sawit nasional saat ini.

Menurut Fahmy, saat ini terdapat tiga tantangan utama dalam industri sawit. Pertama, terkait dengan kebijakan nasional apakah sawit akan digunakan untuk pangan atau energi. Jika digunakan secara dominan untuk energi, maka akan ada potensi kekurangan bahan baku sawit untuk pangan, seperti minyak goreng, yang dapat menyebabkan kenaikan harga minyak goreng di dalam negeri. Tantangan kedua adalah koordinasi dengan lembaga pemerintah lain, seperti Pertamina, terkait penggunaan biofuel dari sawit. Tantangan ketiga adalah penolakan ekspor sawit oleh negara-negara Barat, terutama di Eropa, karena isu lingkungan.

banner 325x300

Fahmy juga menyebutkan bahwa harga sawit yang fluktuatif menjadi tantangan lain dalam industri ini. Keinginan perusahaan untuk mengekspor produknya ke luar negeri akan meningkat jika harga minyak sawit di pasar global naik. Hal ini dapat menyebabkan kekurangan pasokan di dalam negeri dan meningkatnya harga di pasar domestik. Selain itu, Fahmy mengatakan bahwa Indonesia belum memiliki teknologi dalam negeri yang dapat mengolah sawit menjadi bahan bakar nabati secara penuh, sehingga hal ini juga menjadi tantangan bagi PalmCo dan industri sawit nasional.

Pembentukan PalmCo oleh PTPN Group, yang merupakan penggabungan unit bisnis sawit dari 13 PTPN, merupakan implementasi dari Program Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan untuk mencapai kemandirian, terutama dalam ketahanan pangan dan energi. PalmCo diharapkan menjadi perusahaan sawit terbesar di dunia berdasarkan luas lahan, dengan target mencapai lebih dari 600 ribu hektare pada tahun 2026. PalmCo juga diharapkan dapat mendukung hilirisasi komoditas sawit, memastikan pasokan minyak sawit untuk industri dan rumah tangga di dalam negeri, serta mendukung pengembangan energi terbarukan.

Dengan demikian, PTPN diharapkan dapat meningkatkan produksi CPO nasional dan minyak goreng dalam negeri. PTPN memproyeksikan produksi minyak gorengnya akan meningkat dari 460.000 ton/tahun pada tahun 2021 menjadi 1,8 juta ton/tahun (4 kali lipat) pada tahun 2026.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *