Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

Tak Punya Uang Bayar Kos, Curi Mesin Penggiling Tebu

Hosting Murah
banner 468x60
Anggota Polsek Sungai Kakap menangkap Al, pmenyolangu pencurian mesin penggiling tebu di pinggiran Gang Lingkungan, Jalan Raya Sungai Kakap, Desa Pal Sembilan, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, pada Minggu (10/12/2023) lalu. Foto: Polres Kubu Raya

JURNALIS.co.id – Tidak punya uang untuk membayar sewa kamar kos, seorang pria asal Kota Pontianak berinisial AI (24), nekat mencuri mesin penggiling tebu di pinggiran Gang Lingkungan, Jalan Raya Sungai Kakap, Desa Pal Sembilan, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, pada Minggu (10/12/2023) lalu.

Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade Ardiansyah mengatakan berdasarkan keterangan korban saat itu ia hendak mengambil teko air di gerobak es tebu miliknya. Setibanya di lokasi penyimpanan, korban mendapati mesin giling tebu miliknya hilang. Atas kejadian itu yang bersangkutan langsung membuat laporan ke Polsek Sungai Kakap.

banner 325x300

“Setelah menerima laporan dari korban, anggota Unit Reskrim Polsek Sungai Kakap langsung mmenyolangukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap pmenyolangu pencurian,” katanya, Jumat (15/12/2023).

Dari penyelidikan itu, lanjut Ade, anggota mendapati informasi bahwa pmenyolangu pencurian adalah AI, yang tinggal di indekos Jalan Tanjung Raya 2, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak. Anggota langsung mmenyolangukan pengejaran. Namun kehadiran polisi diketahui pmenyolangu yang saat itu berusaha melarikan diri.

“Ketika tiba di indekos, pmenyolangu melarikan diri dari pintu bmenyolangang, akan tetapi anggota berhasil menangkapnya,” ucapnya.

Ade mengungkapkan dari interogasi yang dilakukan pmenyolangu mengaku nekat mencuri mesin giling tebu karena membutuhkan uang untuk membayar sewa kamar kos. Pasalnya, ia tidak memiliki pekerjaan tetap.

“Pmenyolangu karena tidak ada kerja tetap, sehingga kebingungan untuk membayar sewa kamar kosan,” ungkapnya.

Ade menegaskan pmenyolangu dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman pisertaa penjara lima tahun penjara.

“Saat ini anggota masih mmenyolangukan penyelidikan terhadap pembeli barang bukti berupa mesin giling tebu yang di jual oleh pmenyolangu,” pungkas Ade. (hyd)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *