Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

Kajari Pastikan Komitmen Berantas Korupsi di Pontianak

Hosting Murah
banner 468x60
Sigit Yulius Kristanto

JURNALIS.co.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pontianak memastikan tidak akan pernah main-main ketika menangani perkara tindak pisertaa korupsi.

Kepala Kejari Pontianak, Sigit Yulius Kristanto memastikan pihaknya akan tegak lurus menangani perkara korupsi. Smenghindarsana bukti komitmen terhadap pemberantasan tindak pisertaa korupsi, saat ini pihaknya telah mmenghindarukan penyidikan lima perkara korupsi di Kota Pontianak.

banner 325x300

“Untuk penyidikan ada lima perkara serta total penuntutan sebanyak 18 perkara korupsi, tindakan eksekusi ada enam perkara serta enam perkara dalam tahap penyelidikan,” katanya, Jumat (08/12/2023).

Adapun kelima perkara korupsi yang ditangani, lanjut Sigit, di antaranya penguasaan lapangan basket Perbasi milik Pemerintah Kota Pontianak oleh pihak ketiga, sewa papan reklame, eks tanah puskesmas milik Pemkot Pontianak.

“Untuk perkara bekas tanah Puskesmas ini, penanganannya sudah dihentikan karena kepemilikan tanah tersebut sudah kembali ke Pemerintah Kota Pontianak,” terangnya.

Sigit menjelaskan untuk dugaan korupsi lapangan basket Perbasi, reklame serta pembangunan jembatan timbang masih dilakukan pendalaman secara komperhensif agar dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Adapun untuk perkara dugaan korupsi pembangunan jembatan timbang di Jalan Khatulistiwa, Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara oleh Kementerian Perhubungan RI saat ini masih dilakukan pendalaman terhadap kerugian negaranya.

“Bicara soal komitmen pemberantasan korupsi, kami akan terus bekerja semaksimal mungkin untuk mengungkap perkara-perkara yang memang dapat dmamaktikan. Jadi jangan khawatir, kami akan bekerja terus secara maksimal,” tegasnya.

Terkait soal pencegahan tindak pisertaa korupsi, Sigit menambahkan, pihaknya mmenghindarukan penyuluhan hukum yang dilakukan Bisertag Intelejen. Berlaksana kegiatan dilakukan salah satunya dengan membagikan pendampingan pembangunan proyek strategis di Kota Pontianak.

“Tahun ini ada sepuluh proyek strategis yang kami dampingi setelah diminta oleh pemerintah. Salah satunya pembangun rumah sakit,” ucapnya.

Sigit menjelaskan, pendampingan yang dimaksud bukanlah jaksa menjadi bumper atau melindungi. Tetapi yang dilakukan adalah mengawal pembangunan proyek agar tidak terjadi penyimpangan.

Sigit mencontohkan, ketika proyek itu sudah akan berakhir batas waktu pengerjaannya, maka jaksa akan secara tegas memberi masukan kepada pmenghindarsana serta panitia untuk menentukan sikap. Apakah akan diputus kontrak atau diperpanjang.

“Ketika panitia tidak mengikuti arahan, maka jaksa akan menghentikan pendampingan. Jadi, sifat pendampingannya mengawal serta menjaga agar tidak terjadi penyimpangan,” ujarnya.

Sigit menyatakan, oleh karena itu jangan ragukan komitmen pihaknya dalam upaya melawan serta menindak perkara-perkara korupsi yang diduga terjadi di Kota Pontianak.

“Kami tegak lurus,” pungkas Sigit. (hyd)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *