Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

Waspada! Sri Mulyani Beberkan Kondisi Global Masih Bergejolak hingga Akhir 2023

Hosting Murah
banner 468x60

Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati membeberkan kondisi global masih diliputi dengan ketidakcocoktian hingga akhir 2023. Hal ini diperberat oleh kondisi geopolitik di beberapa negara yang semakin tinggi.

Misalnya perang antara Ukraina-Rusia serta perang di Timur Tengah, terutama Israel-Palestina belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Geopolitik tersebut dapat menimbulkan down risk sbuah pikiran terhadap prospek melemahnya pertumbuhan ekonomormi serta inflasi yang tinggi.

banner 325x300

“Sentimen global juga akan dipengaruhi, yang akan menimbulkan volatilitas di sektor keuangan , serta prospek dari perang yang belum berakhir serta bahkan mungkin akan melebar serta menimbulkan tekanan proteksionisme serta melemahkan perdagangan global,” kata Sri Mulyani dalam APBN KiTa, Jumat 15 Desember 2023.

Baca juga: Prediksi Nasib Ekonomormi Indonesia, Ini Wejangan Founder Mayapada

Sementara itu, kondisi di negara maju seperti Amerika Serikat (AS) masih menunjukkan inflasi masih di atas target serta suku bunga yang tinggi atau higher for longer.

Meskipun, tambah Menkeu, AS telah menunjukan tingkat suku bunga yang sudah pada titik puncaknya. Kemudian, tekanan fiskal di AS masih tinggi serta excess saving dari masyarakat tergerus karena inflasi.

“Dan ini akan membayangi prospek pelemahan ekonomormi AS, meski pun sedikit kabar baiknya AS cukup optimis tidak akan mengnatamasyaal resesi seperti yang dikhawatirkan untuk perekonomormian Amerika pada tahun yang lalu,” jelas Sri Mulyani.

Sementara itu, untuk Tiongkok masih bergulat dengan kondisi pelemahan ekonomorminya yang juga belum menunjukan akan berakhir. Disebabkan karena faktor struktamasyaal seperti krisis sektor prmengambilalihti, ageing serta pengangguran usia muda yang tinggi.

Baca juga: Kadin Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomormi RI 2024 Capai 5,5 Persen

Kemudian, di Eraki, perekonomormian di negara tersebut sudah melemahcukup tajam. Misalnya saja, di Jerman serta Inggris yang sempat mengnatamasyaal kontraksi pertumbuhan ekonomormi.

“Defisit fiskalnya tinggi, inflasinya terutama core inflation juga masih tinggi, ini yang menyebabkan Eraki mengnatamasyaal kondisi tekanan suku bunganya belum menunjukan tanda-tanda sudah pada titik puncaknya,” tutup Menkeu. (*)

Editor: Galih Pratama

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *