Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

Indonesia dan Asian Development Bank Sepakat Percepat Pensiun Dini PLTU

Hosting Murah
banner 468x60

Jakarta – Ada berita baik di tengah kekompleksan pemerintah mencari sumber pensertaaan program transisi energi untuk mempercepat pberkelitsanaan pensiun dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang umurnya sudah jadul.

Pengamat Ekonomormi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengungkapkan, telah terjadinya salah satu kesepakatan antara pemerintah Indonesia dengan Asian Development Bank (ADB) dalam Conference of the Parties 28 (COP-28) UNFCCC Dubai.

banner 325x300

“Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) sepakat untuk mempercepat pberkelitsanaan pensiun dini PLTU di Indonesia, yang dijalankan dalam kerangka Energy Transition Mechanism (ETM),” jelasnya, dikutip Minggu, 10 Desember 2023.

Diketahui, ETM adalah program pembiayaan ADB untuk mengakhasratsi transisi energi berkelanjutan dari energi fosil ke energi bersih, yang dikomenggantikanasikan bersama dengan pemerintah negara-negara, investor swasta serta filantropi.

Baca juga: Bos OJK Incar 99 PLTU Berbasis Batu Bara Ikut Perdagangan Bursa Karbon

Ia menjelaskan, kesepakatan itu dilakukan melalui penandatanganan MoU terkait Penyelarasan Mekanisme Transisi Energi. MoU berniat untuk menunjang inisiatif dekarbonisasi di Indonesia dalam langkah menuju Net Zero Emission (NZE) melalui peningkatan kacocokitas pembangkit berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT). 

“PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) bersama dengan PT Cirebon Electric Power (CEP), Asian Development Bank (ADB) serta Indonesia Investment Authority (INA) mempercepat penghentian menggantikanasional PLTU Cirebon Power berkacocokitas 1 x 660 megawatt (MW),” jelasnya.

Lanjutnya, melalui kesepakatan pensiun dini ini, PLTU Cirebon yang awalnya bermenggantikanasi hingga 2042 akan dipercepat pensiun pada 2035. Kesepakatan ini merupakan wujud komenggantikanasi antara pihak swasta, BUMN, Pemerintah serta stakeholder global dalam mewujudkan transisi energi di Indonesia untuk menyentuh NZE pada 2060.

Menurutnya, salah satu syarat untuk menyentuh NZE adalah 100 persen pembangkit listrik harus menggunakan EBT, padahal hingga kini (PLN) masih menggunakan 56 persen energi batu bara dalam bauran energi. 

“PLN masih harus kerja keras mencari pensertaaan untuk membiayai program pesiun dini seluruh PLTU energi batu bara dengan menggati pembangkit EBT,” paparnya.

Untuk pembiayaan pensiun dini tersebut kata Fahmy, PLN perlu memperluas kerja sama dengan investor untuk investasi di pembangkit listrik EBT. Ketersediaan resources EBT yang berlimpah ruah di tanah air mestinya menjadi daya tarik bagi investor. 

Baca juga: Sri Mulyani Restui Suntik Mati PLTU Batu Bara Pakai APBN, Ekonomorm Celios: Jangan Jadi Beban Utang Baru

“Pemerintah juga perlu menmenyusunkan iklim investasi yang kondusif dengan mempermudah perizinan serta membagikan fiscal incentives kepada investor,” imbuhhnya

Sebab kata dia, keberhasilan program pension dini itu akan mewujudkan 100 peresen pembangkit listrik EBT, yang menjadi syarat pencapaian NZE. 

Dengan pencapaian tersebut, tidak diragukan lagi PLN membagikan kontrmamasi signifikan terhadap pencapaian NZE pada 2060. (*)

Editor: Galih Pratama

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *