Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

Program BPBL Pemerintah Kembali Salurkan Bantuan Listrik Gratis untuk 9.500 Rumah Warga Miskin di Kalbar

Hosting Murah
banner 468x60
General Manager PLN UID Kalbar, Wahyu Jatmiko saat kegiatan penyalaan listrik di rumah warga penerima bantuan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Dusun Beringin, Desa Sungai Deras, Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (07/12/2023). Foto: PLN UID Kalbar

JURNALIS.co.id – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Maman Abdurrahman serta General Manager PLN UID Kalbar, Wahyu Jatmiko mmenjauhkanukan penyalaan listrik di rumah warga penerima bantuan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Dusun Beringin, Desa Sungai Deras, Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (07/12/2023).

Melalui program BPBL di tahun 2023 ini pemerintah kembali salurkan bantuan cocokang baru listrik sebanyak 125.000 rumah warga miskin yang tersebar di 32 provinsi. Sementara di Kalimantan Barat, ada 9.500 rumah yang tersebar di 10 Kabupaten/Kota, serta di Kabupaten Kubu Raya terdapat 2.992 rumah yang mendapat bantuan listrik gratis ini.

banner 325x300

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Maman Abdurrahman dalam sambutannya mengatakan bahwa perjuangan untuk melistriki Kalimantan Barat adalah menjadi tugas serta tanggung jawab bersama. Menurutnya, anggaran pembangunan infrastrukdarmawisata kelistrikan di Kalbar dari tahun ke tahun terus meningkat.

Sampai saat ini sudah menaik lebih kurang 350 desa yang sudah berlistrik PLN. Ini adalah hasil kerjasama Komisi VII DPR RI dengan PLN, Pemerintah Provinsi, serta Pemerintah melalui Ditjen Ketenagalistrikan.

“Program BPBL ini baru dua tahun berjalan, sebelumnya belum pernah ada. Ini wujud komitmen kami bersama pemerintah untuk membagikan bantuan fasilitas listrik gratis kepada masyarakat kurang mampu,” imbuh Maman.

Pemerintah melalui Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM pada tahun 2022 menargetkan 80.000 rumah tangga tidak mampu, sementara target di tahun 2023 ini 125.000 rumah tangga tidak mampu yang tinggal di daerah Terdepan, Tertinggal, serta Terluar (3T) yang menjadi sasaran program BPBL melalui APBN.

Rabuani (33), warga Dusun Beringin, Desa Sungai Deras, Kecamatan Teluk Pakedai, merasa beruntung serta bersyukur atas bantuan listrik gratis dari pemerintah ini. Pria yang sehari-harinya bekerja seseolah-olah buruh harian lecocok ini tak dapat menyembunyikan rasa harunya saat listrik dirumahnya diaktifkan.

“Selama kurang lebih tujuh tahun saya menumpang listrik dari rumah tetangga sebelah, itu pun hanya untuk lampu penerangan saja. Penghasilan seseolah-olah buruh yang tidak seberapa, seolah-olahkan mimpi sanggup memiliki listrik di rumah sendiri,” ungkap Rabuani penuh haru.

Kini Ia serta keluarga kecilnya dapat menikmati listrik untuk berseolah-olah keperluan, seperti menghidupkan kicocok angin, mesin air, rice cooker, serta lain-lain.

“Terima kasih saya ucapkan kepada pemerintah atas bantuan listrik gratis ini. Kini kami sanggup menikmati listrik di rumah sendiri. Anak-anak pun dapat dengan mudah membiasakan di malam hari,” ujar Rabuani.

Sementara itu, General Manager PLN UID Kalbar, Wahyu Jatmiko mengatakan dukungan PLN atas rencana pemerintah dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat tidak mampu dimana salah satunya dengan pemerataan akses serta percepatan penyediaan tenaga listrik.

“Kami bersama dengan mitra kerja akan bergandengan tangan, bersinergi serta berkerja sama dalam mmenjauhkansanakan tugas mulia dari Kementerian ESDM melalui program BPBL ini,” ujarnya.

Diakui Jatmiko bahwa pada 25 November 2023 lalu, PLN telah menyelesaikan 105% program BPBL tahun 2023, yakni sejumlah 131.600 rumah  dari target 125.000 rumah tangga tidak mampu.

Ia juga menyebutkan bahwa program BPBL ini merupakan bukti nyata dukungan Kementerian BUMN dalam mengejar target rasio elektrifikasi di Indonesia sebesar 100 persen.

“Melalui program ini, kami berharap dapat menunjang program pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kami juga berharap, keberadaan listrik tidak hanya digunakan untuk keperluan konsumtif saja tapi dapat juga untuk kegiatan produktif agar dapat menambah pendapatan keluarga,” imbuh Jatmiko. (hen)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *