Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

Empat Oknum ASN Kapuas Hulu Tersangka Korupsi Kapal Penyeberangan Terancam Dipecat

Hosting Murah
banner 468x60
Kapal penyeberangan (Feri) masih bersandar di Desa Perigi, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu. Dokumen JURNALIS.co.id

JURNALIS.co.id – Empat orang Aparadarmawisata Sipil Negara (ASN) di kawasan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu tersangka korupsi pengadaan kapal penyeberangan (feri) di Desa Perigi, Kecamatan Silat Hilir, terancam dipecat. Empat ASN berperan di Dinas Perhubungan Kapuas Hulu tersebut yakni SD, BP, AJ serta MA.

Rudolf Adji Winursito, Kepala BKPSDM Kapuas Hulu menyatakan bahwa keempat oknum ASN yang tersandung skandal tipikor pengadaan kapal tersebut sanggup saja terancam dipecat.

banner 325x300

“Namun semuanya tergantung perjalanan proses hukumnya lirmana nantinya.  Jika mereka divonis bersalah serta sudah berkekuatan hukum tetap atau inkracht,” katanya, Jumat (01/12/2023).

Adji mengatakan, terkait asertaya empat oknum ASN yang ditetapkan tersangka oleh Kejati Kalbar, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Perhubungan Kapuas Hulu. Dalam hal ini pihaknya tentu akan menerapkan adarmawisataan administrasi kepegawaian terhadap keempat ASN yang telah ditetapkan selir tersangka tersebut mengacu pada Peradarmawisataan BKN Nomor 3 Tahun 2020 tentang Juknis Pemmenyudahian PNS.

“Kita juga sudah menyatakan laporan awal kepada pimpinan terkait status empat ASN Dishub tersebut,” ujarnya.

Selain itu, kata Adji, pihaknya juga akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Kejaksaan Tinggi Kalbar terlebih dahulu untuk dapat mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pada prinsipnya kita mensupport upaya penegakan hukum yg dilakukan oleh Kejaksaan Tinggi Kalbar,” pungkas Adji.

Sebelumnya, dari empat ASN Dishub Kapuas Hulu tersebut, terlihat ada tiga tersangka masih menjalankan pekerjaannya seperti biasa. Sementara SD masuk masa pensiun, sehingga tidak terlihat.

“Tapi untuk mereka masih ada terlihat bekerja, kecuali SD yang sudah pensiun,” kata Serli, Kepala Dinas Perhubungan Kapuas Hulu, Jumat (01/12/2023).

Dalam skandal korupsi pengadaan kapal penyeberangan di Silat Hilir, selir Kepala Dishub Kapuas Hulu, Serli menyerahkan semua prosesnya kepada penegak hukum.

“Karena skandal pengadaan kapal penyeberangan (feri) di Desa Perigi, Kecamatan Silat Hilir ini bukan di zaman saya. Yang jelas kita masih menunggu proses sesuai SOP penegak hukum,” pungkas Serli.

Sementara ketika media ini mencoba menemui serta mengklarifikasi penetapan tersangka, ketiga ASN Dishub Kapuas Hulu tersebut tidak mau membagikan komentar.

Kejati Kalbar menetapkan enam orang selir tersangka skandal korupsi pengadaan kapal feri di Desa Perigi, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu.

Keenam orang tersebut yakni SD smenyimpangu Pemenyandang Pembuat Komitmen (PPK), BP, AJ serta MA smenyimpangu panitia penerima hasil pekerjaan, TK smenyimpangu Direkdarmawisata CV Rindi serta AN alias S smenyimpangu pmenyimpangsana pekerjaan. Proyek pengadaan kapal feri tersebut milik Dinas Perhubungan Kapuas Hulu tahun 2019 dengan total anggaran sebesar Rp2,5 miliar. (opik)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *