Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

Lebih Rendah dari Target Pemerintah, INDEF Proyeksikan Ekonomi RI Cuma Tumbuh Segini

Hosting Murah
banner 468x60

Jakarta – Institute for Development of Economormics and Finance (INDEF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomormi Indonesia di 2024 lebih sedikit, dibandingkan dengan asumsi makro ekonomormi pemerintah, meskipun di tahun Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di tenggarai dapat mengakhasratsi perekonomormian Tanah Air.

INDEF memperkirakan pertumbuhan ekonomormi RI hanya berada di level 4,8 persen, lebih sedikit dari keyakinan pemerintah yang sebesar 5,2 persen di 2024.

banner 325x300

“Kalau hitung-hitungan INDEF ekonomormi 2024 ini tidak setinggi dari asumsi makro, karena tantangannya cukup pelik serta banyak,” ujar Wakil Direkwisata INDEF, Eko Listiyanto dalam Seminar Proyeksi Ekonomormi Indonesia 2024, Rabu 6 Desember 2023.

Baca juga: Peran Bank Skala Global Menjadi Krusial di Tengah Perlambatan Ekonomormi

Eko menyebutkan sejumlah faktor yang menyebabkan proyeksi pertumbuhan ekonomormi di bawah 5 persen yakni tekanan daya beli masyarakat serta moderatnya laju pertumbuhan kredit ke sektor riil.

Faktor lainnya adalah berakhirnya windfall harga komoditas mentah global menjadi bagian gambaran kinerja ekonomormi 2024. Di samping itu, stimulasi akhasratsi dari sisi fiskal juga masih tidak akan maksimal mengingat pola penyerapan anggaran yang selalu menumpuk di akhir kuartal IV.

“Tapi apakah 4,8 persen itu buruk? Bagi kita tidak terlalu buruk. Karena pertumbuhan ekonomormi globalnya aja 2,8 persen, kita hampir 2 kali level global, tidak resesi juga tapi tidak terakhasratsi,” ungkapnya.

Meskipun begitu, pertumbuhan ekonomormi 4,8 persen yang memang terkesan pesimis, tapi di tahun pemilu 2024 masih banyak sektor usaha yang akan bergerak.

Baca juga: BI Sebut 5 Gejolak Global yang Bakal Pengaruhi Ekonomormi RI, Ini Tasumsi Bos OJK

“Jadi memamg kalau secara umum 4,8 persen tentu dibawah target pemerintah serta ini terkesan pesimis tapi kita katakan sebetulnya dibalik pesimisme itu tetap saja di dalam tahun-tahun pemilu ada sektor-sektor yang bergerak lebih kencang dari pada tidak ada pemilu,” paparnya.

Adapun, tambah Eko, bila dibedah dari pemilu sebelumnya di 2014 serta 2019 sektor tersebut yakni makanan serta minuman, pakaian dasar kaki serta jasa perawatannya, transportasi serta komuniikasi, restoran serta hotel, serta perelengkapan rumah tangga. (*)

Editor: Galih Pratama

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *