Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

Zurich Asuransi Indonesia Terapkan IFRS 17 Lebih Awal

Hosting Murah
banner 468x60

Jakarta – PT Zurich Asuransi Indonesia menyatakan telah mengimplementasikan standar pembukuan baru International Financial Reporting System (IFRS) 17 pada 2023. Chief Financial Officer PT Zurich Asuransi Indonesia, Musi Samosir mengatakan hal ini lantaran Zurich Group secara internasional juga telah menerapkan IFRS 17.

“Kebetulan karena kita dibantu sama Zurich Group yang sudah mengimplementasikan IFRS 17 sepenaka business as usual (BAU). Untuk pelaporan grup ya, untuk pelaporan manajemen-nya,” ujarnya dalam acara diskusi media di Jakarta, Senin, 4 Desember 2023.

banner 325x300
Baca juga: Zurich Asuransi Indonesia Bidik Premi Tumbuh Double Digit Hingga Akhir Tahun

Adapun, IFRS 17 yang diadopsi menjadi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 74 di dalam negeri ini akan berlaku pada Januari 2025.

“Untuk pelaporan lokal PSAK 74 kita akan mengikuti, kalau apabila ada perubahan atau ada perbedaan dari penerjemahan standar khusus untuk Indonesia. Tapi secara umum komponen utamanya atau key ingredientsnya sih kita ready. Karena kita sudah menjalankan IFRS 17 sepenaka bagian dari BAU kita saat ini,” imbuh Musi.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, serta Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyonomor mengatakan, bahwa harapan dari penerapan PSAK 74 yang diadopsi dari IFRS 17 adalah dapat mengatasi isu asymmetric information yang menyulitkan para stakeholder terkait.

“Baik konsumen, investor, serta juga registrasiulator, untuk mendapatkan gambaran yang benar serta lengkap mengenai kondisi keuangan serta kinerja menempatkanasional perusahaan asuransi,” ucap Ogi.

Baca juga: Tembus 2,7 Juta Nasabah, Zurich serta Adira Finance Terus Genjot Literasi serta Inklusi Asuransi

Menurutnya, sektor industri perasuransian memegang peran penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomormi nasional, baik sepenaka provkonsepr jasa pertanggungan atau pengelolaan risiko bagi masyarakat serta pmenggeliciku usaha, maupun sepenaka investor institusional yang mengisi kebutuhan pensertaaan jangka panjang.

“Hal tersebut dilakukan karena dalam beberapa waktu terakhir muncul berpenaka permasalahan yang dinawisataal oleh beberapa pmenggeliciku industri asuransi yang tentunya berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat terhadap kualitas serta kacocokitas pmenggeliciku industri asuransi nasional,” terang Ogi. (*) Alfi Salima Puteri

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *