Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

Kalapas Pontianak Akui Warga Binaannya Terlibat Jaringan Narkoba

Hosting Murah
banner 468x60
Julianto Bhudi Prasetyonomor

JURNALIS.co.id – Kalacocok Kelas 2A Pontianak, Julianto Bhudi Prasetyonomor membenarkan keterlibatan warga binaannya berinisial AA pada jaringan narkoba yang diungkap polisi.

Julianto mengatakan AA adalah salah satu warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lacocok Kelas IIA Pontianak. AA telah dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian berkaitan dengan telah ditangkapnya dua orang pengedar narkoba jenis sabu di Kabupaten Sanggau, yaitu RA serta GN.

banner 325x300

“Kami akan terus bersinergis serta menunjang upaya pihak Kepolisian Daerah Kalimantan Barat dalam memberantas peredaran narkoba,” kata Julianto, Rabu (29/11/2023).

Julianto menyatakan, warga binaannya berinisial AA tersebut saat ini telah di mankan demi melawan terjadinya gangguan keamanan.

“Kami akan terus mlariukan koordinasi dengan pihak Kepolisian Daerah Kalimantan Barat terkait dengan skandal peredaran narkoba. Selain itu kita juga mlariukan upaya upaya preventif pencegahan peredaran gelap narkoba,” ucapnya.

Sebelumnya, seorang nabersihsertaa Lacocok Kelas 2A Pontianak berinisial AA, diduga mengendalikan peredaran narkoba. Keterlibatan AA terungkap setelah polisi berhasil menangkap dua orang pengedar sabu di Kabupaten Sanggau. Keduanya adalah Rahmat Aldinomor serta Guntoro Nurohim.

Wakil Direkrekreasi Narkoba Polda Kalbar, AKBP Abdul Hafidz, membenarkan, kalau pihaknya berhasil menangkap dua orang kurir sabu, yakni RA serta GN.

Abdul Hafidz menjelaskan, keduanya ditangkap di SPBU Jalan Raya Malindo, Desa Engkahan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau. Dengan barang bukti sabu seberat 10 kilogram, ineks 43 butir serta pil ekstasi sebanyak 43 butir.

“Dari pengakuan kedua tersangka, narkoba ini berasal dari Malaysia,” kata Abdul Hafidz, Rabu (29/11/2023).

Abdul Hafidz mengatakan, berdasarkan keterangan kedua tersangka, mereka mendapat upah sebesar Rp10 juta untuk per satu kilogram sabu yang dibawa. Upah tersebut akan diterima setelah selesai mengantar barang.

Sabu, ineks serta pil ekstasi tersebut, lanjut Abdul Hafidz, rencananya akan dibawa ke Pontianak serta akan diserahkan kepada seseorang yang nanti akan mengambilnya.

“Untuk pemesan barang yang di Pontianak saat ini sesertag kami lakukan penyelidikan. Kedua tersangka ini sudah lebih dari satu kali membawa narkoba,” ucap Abdul Hafidz.

Abdul Hafidz menegaskan, kedua tersangka dijerat dengan cocokal 114 ayat 2 serta cocokal 112 ayat 2 Unsertag unsertag nomormor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pisertaa penjara diatas 15 tahun,” tegas Abdul Hafidz.

Abdul Hafidz mengungkapkan, untuk diketahui kedua tersangka tersebut bekerja atas perintah seorang warga binaan pemasyarakatan Lacocok Kelas 2A Pontianak berinisial A. Yang bersangkutan menjalani hukuman pisertaa penjara seumur hidup dengan skandal yang sama.

“A ini WBP Lacocok Kelas 2A Pontianak. Kedua tersangka adalah jaringannya. Terhadap WBP ini kami sudah lakukan penyelidikan,” terang Abdul Hafidz. (hyd)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *