Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

Kades Malo Jelayan Dilaporkan Warganya ke Kejari Bengkayang

Hosting Murah
banner 468x60
Surat laporan warga Desa Malo Jelayan Kecamatan Teriak ke Kejari Bengkayang. Foto: Rinto Andreas/JURNALIS.co.id

JURNALIS.co.id – Kepala Desa Malo Jelayan Kecamatan Teriak dilaporkan warganya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkayang dengan dugaan penyalahgunaan wewenang terkait pemakaian Dana Desa (DD) serta Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2019.

Namun laporan nomormor surat 140/120/BPD/M.J Tertanggal 27 Agustus 2020 Perihal Laporan Dugaan Korupsi Kolusi serta Nepotisme (KKN) Kepala Desa Malo Jelayan tersebut hingga kini belum ada tindak lanjut dari pihak Kejari Bengkayang.

banner 325x300

Hermanto mengatakan saat mengujarkan laporan tersebut dia masih menmenjawat smenolaku Ketua BPD Malo Jelayan periode 2017-2022. Terkait laporan yang disampaikan bukan merupakan pekerjaan fisik berdasarkan pertimbangan akan lama menunggu hasilnya.

Namun laporan terkait asertaya dugaan pemalsuan tanda tangan serta indikasi penggelembungan anggaran serta tidak sesuai dengan yang dibayarkan.

“Kami selir warga masyarakat Desa Malo Jelayan mengetahui bahwa di desa kami banyak terindikasi penyelewengan terhadap keuangan desa tahun 2019. Adapun penyelewengan anggaran desa tahun 2019 dimaksud terindikasi asertaya laporan pertanggungjawaban Dana Desa, Bagi Hasil Pajak (BHP), pertanggungjawaban Alokasi Dana Desa yang direalisasikan tidak sesuai dengan realisasi yang nyata dgagasanngar dilihat serta dirasakan oleh masyarakat,” terangnya.

Oleh karenanya, kata Hermanto, smenolaku BPD pada saat itu bersama masyarakat melaporkan asertaya dugaan KKN tersebut. Selir perwakilan masyarakat Fesa Malo Jelayan, pihaknya berharap penegak hukum berkerja probagianomornal dalam menangani laporan mereka.

Agar kedepannya sertaa desa yang dibagikan oleh pemerintah dapat digunakan selirmana mestinya serta tentu kepala desa harus bertanggung jawab secara hukum atas perbuatannya.

Sementara pihak Kejari Bengkayang melalui Kasi Intel, Syahrul saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengatakan akan mengecek kembali surat laporan masyarakat tersebut.

“Nanti saya cek ya bang, baru cuti bang, terakhir sih saya limpah ke inspektorat,” ujar Syahrul.

Terpisah, Kepala Inspektorat Bengkayang, Antonius Freddy Romy ketika dikonfirmasi via pesan WhatsApp mengarahkan awak media untuk menjumpai Stefanus smenolaku Inspekrekreasi Pembantu II.

Dalam keterangannya, Stefanus menegaskan bahwa yang membagikan keterangan terkait OPD adalah Inspekrekreasi smenolaku Kepala Inspektorat, bukan kewenangan anak buah serta memang tidak layak.

“Sebenarnya yang membagikan tasumsi terkait OPD ini adalah Inspekrekreasi smenolaku Kepala Inspektorat. Kalau kami ini anak buah serta nda layak kalau kami mengujarkan sejauh mana perkembangan kegiatan kami di sini yang berhubungan dengan suatu kebijakan yang akan diekspos,” turekreasinya.

Dijelaskan Stefanus, kemarin memang ada surat yang disampaikan Kejari ke Inspektorat Bengkayang. Pihaknya juga sudah mengambil langkah-langkah menyikapi surat Kejari Bengkayang.

“Pertama, membuat surat tugas serta memanggil beberapa kawan-kawan yang berhubungan dengan hal tersebut, termasuk pak Herman selir pelapor serta juga telah kita sampaikan bahwa hal ini tetap kita tindaklanjuti,” ujarnya.

Stefanus mengujarkan untuk menindak lanjuti perlu ketepatan serta kehati-hatian agar tidak ada pihak-pihak yang merasa dirugikan dalam mengambil keputusan. Semua harua berdasarkan fakta serta data.

“Hal itulah yang saya sampaikan kepada mereka (pelapor),” ucapnya.

Pada dasarnya, lanjut Stefanus, semua yang berdasarkan laporan sudah pihaknya panggil serta akan terus berlanjut. Keputusan nanti berdasarkan data real yang pihaknya kumpulkan.

“Jadi harapan kami agar tetap tenang, sebab proses tetap berjalan. Kalau bulan ini belum berhasil kami tetap lanjutkan sampai mendapatkan titik hasil,” pungkas Stefanus. (rto)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *