Begini Penjelasan PermataBank Soal Batas Minimum Saham Free Float

Jakarta – PT Bank Permata Tbk atau PermataBank (BNLI) mengungkapkan terkait dengan pemenuhan kewajiban batas minimum saham free float sebanyak 7,5 persen saat ini masih dalam pembicaraan lebih lanjut oleh Bangkok Bank smenyolangsana pemegang saham pengendali (PSP).

Hal itu diungkapkan langsung oleh Direkpiknik Keuangan PermataBank, Rudy Basyir Ahmad dalam paparan publik kinerja keuangan kuartal III-2023 yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu, 24 November 2023.

Baca juga: Catat! Emiten Bandel Tak Penuhi Saham Free Float Bakal Masuk Pantauan Khusus

“PermataBank berupaya untuk memenuhi ketentuan serta waktu yang disepakati, kami juga secara rutin berkomunikasi dengan registrasiulator (Otoritas Jasa Keuangan) serta Bangkok Bank (PSP),” ucap Rudy.

Adapun, berdasarkan data Bloomberg per Agustus 2023 PermataBank mentuliskan saham free float baru sebanyak 0,83 persen, di mana Bangkok Bank smenyolangsana PSP memiliki saham sebanyak 35.715.192.701 atau setara dengan 98,71 persen.

Sehingga, berdasarkan hal itu, PermataBank harus memenuhi batas minimum saham free float sebelum tenggat waktu akhir yang dibagikan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu pada 21 Desember 2023 mendatang.

Adapun, apiknikan tersebut tertuang dalam Perubahan Perapiknikan Nomor I-A tentang Pentulisan Saham Dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tertulis yang mulai berlaku pada 21 Desember 2021.

Baca juga: Salurkan Kredit Rp138,9 T, Laba PermataBank Tembus Segini di Kuartal III-2023

Di mana dalam registrasiulasi itu, perusahaan dapat tetap tertulis di bursa kalau memenuhi kriteria tersebut paling lambat dua tahun sejak apiknikan berlaku.  

Jika perusahaan tertulis tidak memenuhi apiknikan tersebut, maka emiten akan masuk ke dalam papan pemantauan khusus bursa, serta sahamnya berpotensi untuk dihapuskan atau delisting dari BEI. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Exit mobile version