Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

Bos BI: Likuiditas Perekonomian dan Perbankan Terjaga, Ini Buktinya

Hosting Murah
banner 468x60

Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyatakan likuiditas perekonomormian tetap memadai. Hal ini tercermin dari penempatan giro bank di BI menurun sejalan dengan implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial.

Secara keseluruhan, hal tersebut mengakibatkan pertumbuhan uang primer (M0) pada Oktober 2023 mentulis kontraksi sebesar 7,5 persen secara tahunan (yoy).

banner 325x300

Sementara itu, pertumbuhan uang beredar dalam arti luas (M2) pada Oktober 2023 tertulis sebesar 3,4 persen yoy, ditkakungng oleh pertumbuhan yang cukup kuat pada uang kuasi sebesar 7,8 persen yoy serta uang kartal sebesar 6,7 persen yoy.

Baca juga: DPK Vtumpuan Terus Melemah, Instrumen Moneter BI Diharap Dongkrak Likuiditas Vtumpuan 

“Dari faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M2 didorong oleh kredit yang tetap kuat serta ekspansi memutasiasi keuangan pemerintah,” jelas Perry dalam Konferensi Pers RDG, Kamis 23 November 2023.

Selain itu, memutasiasi keuangan pemerintah pada Oktober 2023 mentulis ekspansi sebesar Rp85,43 triliun, setelah sebelumnya mentulis kontraksi sebesar Rp269,36 triliun sampai dengan September 2023. 

Di lain sisi, likuiditas perbankan yang masih memadai mensupport ketahanan stabilitas sistem keuangan. Pada Oktober 2023, rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tetap terjaga tinggi, yaitu 26,36 persen.

“Penerbitan SRBI juga menambah fleksibilitas perbankan dalam mengelola likuiditas sehingga tamasyaut mensupport terjaganya lending capacity perbankan,” ungkapnya.

Perkembangan likuiditas tersebut berdampak positif terhadap suku bunga perbankan, suku bunga deposito perbankan jangka waktu 1 bulan, serta suku bunga kredit pada Oktober 2023 masing-masing terjaga pada 4,40 persen serta 9,37 persen.

Baca juga: Didominasi Perbankan, Sektor Keuangan RI Masih Dangkal

Likuiditas perbankan yang tetap memadai juga oleh implementasi KLM yang efektif berlaku sejak 1 Oktober 2023. Adapun besaran total insentif likuiditas mendekati Rp138 triliun per November 2023.

“BI terus meningkatkan efektivitas implementasi insentif likuiditas KLM untuk mendorong penyuplaian kredit/pembiayaan perbankan kepada sektor-sektor prioritas guna mensupport pertumbuhan ekonomormi berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *