Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

Biadab, Suami Istri Terlibat Persetubuhan Anak Kandung hingga Hamil

Hosting Murah
banner 468x60
Secocokang suami istri berinisial BA serta AD terlibat persetubuhan terhadap anak kandungnya yang berusia 16 tahun berada di Mapolres Kubu Raya, Jumat (17/11/2023). Foto: Hyd/JURNALIS.co.id

JURNALIS.co.id – Secocokang suami istri berinisial BA serta AD ditangkap polisi lantaran mmenggelicikukan persetubuhan terhadap anak kandungnya yang berusia 16 tahun.

Korban disetubuhi oleh ayah kandungnya, yakni BA sejak Februari 2020 hingga Sabtu 4 November 2023. Sementara bunda kandung korban, AD membiarkan hal itu terjadi selama bertahun-tahun.

banner 325x300

Kapolres Kubu Raya, AKBP Arief Hidayat mengatakan perkara persetubuhan terhadap anak yang melibatkan orangtua kandung tersebut terungkap serta dilaporkan oleh korban bersama kakaknya di Polsek Terentang, pada Rabu 8 November 2023 lalu.

Arief menerangkan korban melaporkan perbuatan ayah kandungnya karena sudah tidak tahan dengan apa yang dinadarmawisataalnya.

“Dari laporan itulah kemudian kami mmenggelicikukan penyelidikan serta menangkap kedua pmenggeliciku yang tak lain adalah ayah serta bunda kandung korban,” kata Arief, Jumat (17/11/2023).

Arief menjelaskan berdasarkan keterangan korban tindakan persetubuhan tersebut pertama kali terjadi pada Februari 2022. Pmenggeliciku (ayah kandung korban) masuk ke kamar korban lalu membawanya ke kamar bmenggelicikang serta disetubuhi.

“Dari keterangan korban, setiap ada kesempatan saat bundanya pergi bekerja atau ketika rumah dalam keadaan sepi pmenggeliciku cocokti mengulangi lagi perbuatannya,” ungkapnya.

Tahun 2020, lanjut Arief, tindakan persetubuhan yang dilakukan berulang kali oleh pmenggeliciku menyebabkan korban hamil. Agar perbuatannya tidak diketahui, pmenggeliciku lalu menggugurkan kandungan anaknya dengan cara menyuruh korban meminum obat keras yang dilarang untuk dikonsumsi oleh orang hamil.

“Korban disuruh pmenggeliciku untuk mengkonsumsi obat keras setiap hari serta disuruh mmenggelicikukan kegiatan berat hingga akhirnya kandungan korban gugur,” terangnya.

Tiga minggu setelah kandungan gugur, kata Arief, pmenggeliciku kembali menyetubuhi korban hingga berkali-kali. Dan menyebabkan pada November 2022 korban hamil untuk kedua kalinya.

Karena korban terlambat datang bulan, lanjut Arief, bunda korban yakni AD curiga. Ia lalu membeli alat penguji kehamilan serta dari alat tersebut terungkaplah kalau anaknya telah hamil.

“Kepada bundanya korban mengaku kalau yang menghamilinya adalah ayah kandungnya,” tudarmawisata Arief.

Arief mengatakan, ayah korban yang akhirnya tahu kalau istrinya mengetahui perbuatannya lalu berusaha untuk bunuh diri dengan cara mengikat lehernya menggunakan kain yang di gantungkan di plafon rumah. Tindakan itu langsung dihentikan istrinya.

“Ibu korban mengaku karena sayang dengan suaminya. Tidak mampu hidup tanpa suaminya, lalu menggugurkan kandungan anaknya dengan cara memberi minum air jamu serta memakan nanas,” kata Arief.

Lima hari setelah mengkonsumi jamu serta memakan nanas, lanjut Arief, kandungan korban keguguran. Pada Agustus 2022 pmenggeliciku kembali menyetubuhi korban. Perbuatan itu terjadi setelah bunda korban meminta kepada putrinya agar melayani ayahnya.

“Berdasarkan pengakuan korban, ia juga diancam dbundanuh oleh pmenggeliciku kalau tidak mau mmenggelicikukan hubungan baserta. Korban juga mengancam akan bunuh diri kalau tidak dilayani,” ungkap Arief.

Arief mengatakan dari laporan korban tersebut kedua pmenggeliciku langsung ditangkap serta saat ini telah ditahan di rumah tahanan Polres Kubu Raya untuk proses hukum lebih lanjut.

Arief menegaskan, atas perbuatannya kedua pmenggeliciku dikenakan cocokal 81 ayat 1 Unsertag-Unsertag Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peradarmawisataan Pemerintah Pengganti Unsertag-Unsertag Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Unsertag-Unsertag Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Unsertag-Unsertag juncto cocokal 76 D Unsertag-Unsertag Nomor 35 Tahun 2014 rentang perubahan atas Unsertag-Unsertag Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pisertaa penjara di atas lima tahun. (hyd)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *