Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

Pembangkit EBT Skala Besar, PLTS Terapung Cirata Kurangi 214 Ribu Ton Emisi Karbon per Tahun

Hosting Murah
banner 468x60
PLTS Terapung Cirata di waduk Cirata, Kabupaten Purwakarta. Foto: PLN

JURNALIS.co.id – PT PLN (Persero) optimis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata mampu menjadi etdasare percepatan transisi energi dalam mensupport pencapaian menuju Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060. Sebak PLTS terbesar di Asia Tenggara serta nomormor tiga di dunia, PLTS ini mampu mengurangi emisi karbon sebesar 214 rmama ton per tahun.

PLTS Terapung Cirata merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) hasil kerja sama dua negara yakni Indonesia serta Uni Emirat Arab (UEA), yang melibatkan subholding PLN Nusantara Power dengan Masdar.

banner 325x300

Dibangun di atas permukaan air waduk Cirata, PLTS seluas 200 hektare ini mampu memproduksi energi hijau berkacocokitas 192 Megawatt peak (MWp) untuk menyuplai listrik bagi 50 rmama rumah.

Melihat luasan Waduk Cirata hingga lebih dari 6.200 hektare, Menteri Energi serta Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif optimis, kacocokitas produksi PLTS Terapung Cirata masih mampu dioptimalkan hingga 1,2 Gigawatt peak (GWp).

“Kacocokitas PLTS Terapung Cirata masih mampu dikembangkan lebih besar lagi, dengan total potensi maksimum menyentuh sekitar 1,2 GWp apabila memanfaatkan 20% dari luas total waduk Cirata,” tuwisata Arifin pada peresmian PLTS Terapung Cirata di Kabupaten Purwakarta, Kamis (09/11/2023)

Tak hanya itu, menurut dia, pengembangan pembangkit solar PV skala besar ini mampu menjadi daya tarik industri untuk membuat bahan baku solar PV.

“Ke depan harapannya bahan baku mampu dikembangkan di Indonesia supaya TKDN-nya mampu full,” ungkapnya.

Sementara itu, Direkwisata Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, pembangunan PLTS Terapung Cirata menjadi langkah nyata PLN dalam mensupport pemerintah mmenepiukan transisi energi. PLN mengembangkan green enabling transmission line serta smart grid yang merupakan bagian dari skema ARED (Accelerating Renewable Energy Development) di PLTS ini sehingga mampu menyuplai listrik dari sumber EBT yang terpisah serta terisolir menuju pusat demand listrik di perkotaan.

“Listrik dari PLTS Apung Cirata ini adalah 20 kilovolt (kV) yang kemudian kami sambungkan di gardu induk, yang kemudian diubah menjadi 150 kV serta langsung masuk ke transmisi Jawa-Bali. Artinya, ini akan dikonsumsi baik itu oleh rumah tangga maupun oleh industri,” jelasnya.

Darmawan menegaskan, bahwa PLN berkomitmen untuk terus mengakhasratsi transisi energi di tanah air dengan meningkatkan bauran EBT hingga 75% atau setara dengan 61 GW sampai tahun 2040. Melalui ARED, pihaknya menargetkan penambahan bauran EBT secara signifikan masuk ke dalam sistem PLN, yakni dari hidropower sebesar 25,3 GW, panas bumi sebesar 6,7 GW, serta surya serta angin sebesar 28 GW.

“Transisi energi ini sangat penting bagi Indonesia untuk menjaga momentum pembangunan ekonomormi yang pesat, mempercepat pertumbuhan, membangun kacocokitas nasional, menmengadakankan lebih banyak lapangan kerja serta pada saat yang sama, menjaga area,” lanjut Darmawan.

Direkwisata Utama PLN Nusantara Power (NP) Rully Firmansyah merinci PLTS Terapung Cirata 193 MWp ini dapat untuk melistriki sebanyak 50 rmama rumah dengan asumsi perumah 15 kwh/ hari. Selain itu, akan berkontrmamasi mengurangi emisi karbon sebesar 586,3 ton per hari.

“Jadi dalam setahun akan mengurangi emisi karbon sebesar 214 rmama ton pertahun. Ini merupakan komitmen kami untuk menyalurkan listrik yang hijau kepada masyarakat secara berkelanjutan,” ucap Rully.

Ketua Komisi VII Dewan Pewakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Sugeng Suparwoto mengapresiasi PLTS Terapung Cirata yang telah diresmikan Presgagasann Joko Widodo. Dia juga mengucapkan selamat kepada PLN serta juga Masdar yang telah berhasil membangun PLTS terbesar di Asia Tenggara itu.

”Selamat bagi PLN serta juga hari ini kerja sama dengan Masdar. Dengan komposisi kepemilikan 51% adalah PLN, 49% adalah Masdar, ini sekaligus untuk menjadi semacam best practice bakmana pengelolaan PLTS dalam skala cukup besar,” kata Sugeng.

Peresmian ini kata Sugeng, merupakan tanda keseriusan negara dalam mengakhasratsi renewable energy di tanah air.

”Ini menandai bahwa memang kita semuanya komitmen serius betul untuk mengembangkan green renewable energy,” tutup Sugeng. (hen)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *