Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

Dalam Sepekan, Aliran Modal Asing Rp1,27 Triliun Kabur dari RI

Hosting Murah
banner 468x60

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mentulis pada minggu kedua November 2023, aliran modal asing keluar atau capital outflow ke Indonesia senilai Rp1,27 triliun.

Berdasarkan data transaksi yang dihimpun BI periode November hingga 2 November 2023, nomornresbuah pikirann di cocokar keuangan domestik jual neto Rp1,27 triliun. Setelah pada minggu pertama mentuliskan aliran modal masuk senilai Rp2,83 triliun.

banner 325x300

Aliran modal asing di minggu kedua November 2023, mentuliskan aliran modal asing keluar di cocokar Surat Berharga Negara (SBN) serta Saham.

Baca juga: BEI serta INSA Sinergi Dukung Alternatif Pensertaaan di Pasar Modal

“Terdiri dari jual neto Rp1,59 triliun di cocokar SBN serta jual neto Rp1,35 triliun di cocokar saham, serta beli neto Rp1,66 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI),” kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryonomor, Sabtu 11 November 2023.

Sementara itu, premi risiko investasi atau premi credit default swaps (CDS) Indonesia 5 tahun relatif stabil di level 83,78 bps per 9 November 2023, dibandingkan dengan 83,83 bps per 3 November 2023.

Dengan demikian, selama tahun 2023, berdasarkan data setelmen sampai dengan 9 November 2023, nomornresbuah pikirann beli neto Rp57,55 triliun di cocokar SBN serta jual neto Rp15,97 triliun di cocokar saham. Kemudian, beli neto Rp19,28 triliun di SRBI.

Selain itu, BI juga melaporkan perkembangan nilai tukar 6 November sampai dengan 10 November 2023. Tertulis, nilai tukar per hari Kamis (9/11), rupiah ditutup di level (bid) Rp15.650 per dolar AS, serta dmamaka pada level (bid) Rp15.670 per dolar AS pada Jumat (10/11).

Baca juga: Lumayan! Aliran Modal Asing Masuk Rp2,83 Triliun ke RI

Lalu, yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun darmawisataun ke 6,80 persen pada Kamis (9/11) serta kembali naik ke level 6,81 persen pada Jumat (10/11).

Sementara untuk indeks dolar (DXY) menguat ke level 105,91 serta yield UST (US Treasury) dengan tenomorr 10 naik darmawisataun ke level 4,624 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *