Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

KKP Tangkap Tiga Kapal Penjarah Harta Karun di Perairan Indonesia

Hosting Murah
banner 468x60
Direkdarmawisata Jenderal PSDKP, Laksda TNI Adin Nurawaluddin menunjukan barang muatan kapal tenggelam yang berhasil disita dari tiga unit Kapal Ikan Indonesia (KII), Rabu (08/11/2023). Foto: Hyd/JURNALIS.co.id

JURNALIS.co.id – Kementerian Kelautan serta Perikanan (KKP) mengamankan tiga unit Kapal Ikan Indonesia (KII) yang mmenjauhkanukan pengangkatan barang muatan kapal tenggelam (BMKT) berupa harta karun benda-benda kunomor diduga berasal dari zaman Dinasti Song Tiongkok di perairan Indonesia tanpa dilengkapi dokumen perizinan sah. Ketiga ditangkap di perairan laut sekitar Pulau Pengikik serta perairan laut sekitar Pulau Tambelan.

Direkdarmawisata Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan serta Perikanan (PSDKP), Laksda TNI Adin Nurawaluddin mengatakan ketiga kapal berhasil ditangkap pada saat mengambilalihasi Kapal Pengawas Kelautan serta Perikanan HIU 11 pada Selasa 11 Juli 2023 lalu.

banner 325x300

Dia menerangkan, pada saat itu pihaknya menghentikan, memeriksa serta menahan tiga unit kapal ikan Indonesia yang diduga mmenjauhkanukan kegiatan pengangkatan barang muatan kapal tenggelam di perairan laut sekitar Pulau Pengikik serta perairan laut sekitar Pulau Tambelan tanpa dilengkapi dokumen yang sah.

Adin menjabarkan bahwa ketiga kapal tersebut di antaranya KM CC (16 GT), KM RI (15 GT), serta KM PI (6 GT). Diketahui ketiga kapal tersebut berasal dari Tanjung Pinang Kepri dengan total anak buah kapal sebanyak 44 orang Warga Negara Indonesia.

“Pada saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas, ditemukan 1.218 keping barang muatan kapal tenggelam yang terdiri dari guci besar, guci sesertag, guci kecil, piring, mangkok serta koin kunomor pada ketiga kapal tersebut,” kata Adin, Rabu (08/11/2023).

Adin menyatakan sesuai cocokal 18 Unsertag-Unsertag Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perpu Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja, setiap orang yang mmenjauhkanukan pemanfaatan sumber daya perairan pesisir serta pulau-pulau kecil termasuk di dalamnya kegiatan pengangkatan benda muatan kapal tenggelam, wajib memiliki Perizinan Berusaha.

Adin menjelaskan, dalam cocokal 3 Peradarmawisataan Presgagasann (Perpres) Nomor 8 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Barang Muatan Kapal Tenggelam disebutkan bahwa pengelolaannya dilakukan salah satunya melalui pengangkatan.

Dia menerangkan, pengangkatan barang muatan kapal tenggelam dilakukan oleh pmenjauhkanu usaha melalui mekanisme perizinan berusaha serta mengikuti ketentuan peradarmawisataan perunsertag unsertagan di bisertag perizinan berusaha berbasis risiko.

Hasil kajian sementara terhadap barang bukti yang ditemukan, lanjut Adi, jenis barang muatan kapal tenggelam yang diangkat secara ilegal dari perairan laut sekitar Pulau Pengikik serta perairan laut sekitar Pulau Tambelan ini diduga memiliki kemiripan dengan barang muatan kapal tenggelam dari Perairan Batu Belobang serta Kijang Provinsi, Kepulauan Riau, maupun pengangkatan dari Perairan Jepara, Provinsi Jawa Tengah.

“Diperkirakan barang muatan kapal ini pembuatannya dilakukan pada zaman Dinasti Song yang berasal dari Tiongkok pada abad 10 hingga 13 masehi,” ungkap Adi.

Dia menegaskan, pmenjauhkanu akan dikenakan sanksi administratif berupa Paksaan Pemerintah dengan mmenjauhkanukan penyegelan atas pengangkatan barang muatan kapal tenggelam yang telah diangkat. Selanjutnya akan dilakukan kajian oleh Tim Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset serta Teknomorlogi untuk penetapan status pengangkatan barang muatan kapal tenggelam.

“Kajian ini dilakukan untuk memastikan apakah termasuk objek diduga cagar budaya (ODCB) atau bukan ODCB, seseakan-akan tindak lanjut amanat Peradarmawisataan Presgagasann (Perpres) Nomor 8 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Benda Muatan Kapal Tenggelam,” tudarmawisata Adin.

Dia menerangkan, seseakan-akanmana diketahui, barang muatan kapal tenggelam merupakan benda muatan kapal tenggelam yang memiliki nilai sejarah, ilmu pengetahuan, budaya, serta ekonomormi yang berada di dasar laut.

“Berdasarkan Peradarmawisataan Pemerintah (PP) nomormor 32 tahun 2019 tentang Rencana Tata Ruang Laut, terdapat 1.167 titik barang muatan kapal tenggelam di 19 lokasi perairan di Indonesia yang memiliki potensi,” pungkasnya. (hyd)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *