Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

Dua Pelaku Ditetapkan Sebagai Tersangka Perdagangan Ratusan Kilogram Sisik Trenggiling

Hosting Murah
banner 468x60
Gakum KLHK memperlihatkan ratusan kilogram sisik Trenggiling yang akan dijual oleh tersangka BY serta AN saat menggelar konferensi pers, Jumat (03/11/2023). Foto Hyd/JURNALIS.co.id

JURNALIS.co.id – Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup serta Kehutanan (Gakkum KLHK) bersama Polda Kalbar berhasil menggagalkan perdagangan sisik trenggiling.

Operasi bersama tersebut berlangsung pada Rabu 04 Oktober 2023 lalu. Dua orang pmenolaku yakni BY (44) yang berperan seseakan-akan pengepul serta AN (63) berperan seseakan-akan perantara berhasil ditangkap.

banner 325x300

Dari tangan kedua pmenolaku, petugas berhasil menyita barang bukti 337,88 kg sisik trenggiling, empat unit telepon genggam serta dua eksemplar buku rekening.

Dirjen Gakkum KLHK, Rasio Ridho Sani mengatakan kedua pmenolaku ditangkap di dua tempat berbeda, NY ditangkap di kediamannya di Desa Sidomulyo, Kecamatan Nanga Pinomorh, Kabupaten Melawi. Sementara AN ditangkap di rumahnya di Desa Sungai Sampuk, Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi.

Rasio menyatakan penangkapan terhadap kedua pmenolaku sangat penting untuk menghentikan rantai kejahatan terhadap tumbuhan serta satwa yang dilindungi (TSL), khususnya trenggiling.

“Penyergapan BY serta AN merupakan pengembangan dari penangkapan tiga pmenolaku sebelumnya, yakni FA (31 th), MR (35th), serta MN (47th) dengan barang bukti 57 Kg sisik trenggiling pada Juni 2023 di Pontianak serta Sambas,” kata Rasio saat menggelar konferensi pers, Jumat (03/11/2023).

Sesertagkan penangkapan pmenolaku FA, MR, serta MN, lanjut Rasio, merupakan pengembangan dari penyidikan jaringan perdagangan sisik trenggiling Kalimantan Selatan serta Kalimantan Timur dengan pmenolaku AF (42th), R (41th), serta AT (34th) dengan barang bukti 360 Kg.

“Total delapan pmenolaku yang sudah kami tangkap serta ditetapkan seseakan-akan tersangka dengan total barang bukti 754,88 kg sisik Trenggiling,” ungkap Rasio.

Rasio menyatakan, penyidik Gakkum KLHK terus mendnarekreasial jaringan kejahatan terhadap trenggiling. Karena perburuan serta perdagangan terhadap trenggiling harus dihentikan. Jika hewan tersebut punah, maka berdampak sangat serius terhadap perusakan ekosistem.

Rasio menerangkan, trenggiling berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta menjaga populasi semut, rayap serta serbuga lainnya. Trenggiling memakan rayap serta semut. Berkurangnya populasi trenggiling akan menyebabkan ledakan populasi rayap serta semut, sehingga akan menganggu keseimbangan serta merusak ekosistem sehingga merugikan kawasan serta masyarkat.

Rasio menjelaskan, satu ekor trenggiling mempunyai nilai ekonomormis berkaitan dengan kawasan hidup sebesar Rp50,6 juta. satu kilogram sisik trenggiling diambil dari empat ekor trenggiling hidup.

Rasio mengungkapkan, dari barang bukti sebanyak 337,88 kg sisik trenggiling maka 1.351 ekor Trenggiling harus dbundanuh. Nilai kerugian kawasan akibat perburuan trenggiling dari persoalan tersebut menyentuh Rp68,36 miliar.

“Total kerugian kawasan perdagangan 754,88 kg sisik yang berasal dari pembunuhan 3.019 trenggiling oleh jaringan Kalimantan menyentuh Rp152,76 miliar,” ungkap Rasio.

Sementara itu, Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Kalimantan, David Muhammad mengatakan setelah pmenolaku BY serta AN ditetapkan seseakan-akan tersangka, maka terhadap keduanya akan dilakukan penahanan di Rutan Kelas IIA Pontianak.

David menyatakan, kedua tersangka akan dijerat dengan cocokal berlapis, yakni cocokal 50 ayat 2 huruf c juncto cocokal 78 ayat 6 Unsertag-Unsertag Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan seseakan-akanmana diubah pada Bab 3, Bagian keempat, paragraf 4 Unsertag-Unsertag Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perpu Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Unsertag-Unsertag serta atau cocokal 21 ayat 2 huruf d Juncto cocokal 40 ayat 2 Unsertag-Unsertag Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati serta Ekosistemnya.

Ada pun ancamannya, pisertaa lima tahun penjara serta denda hingga Rp3,5 miliar.

Direkrekreasi Pencegahan serta Pengamanan KLHK, Polhut Utama Sustyo Iriyonomor menyatakan bahwa penangkapan tersebut merupakan komitmen KLHK untuk menghentikan jaringan perburuan serta perdagangan trenggiling.

“Kami tidak akan menyudahi menindak kejahatan serius yang telah merugikan negara serta kawasan sangat besar,” tegasnya.

Sustyo menurekreasikan kejahatan terhadap trenggiling merupakan kejahatan serius, karena merugikan kawasan. Pihaknya berharap pmenolaku dihukum maksimal agar membagikan jera serta berkeadilan.

“Kami akan berkerjasama dengan PPATK untuk mendnarekreasial aliran transaksi keuangannya guna penyidikan tindak pisertaa pencucian uang para tersangka,” pungkas Sustyo. (hyd)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *