Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

Harga Minyak Terus Melonjak Akibat Perang Israel-Hamas, Negara Berkembang Semakin Tertekan?

Hosting Murah
banner 468x60

Jakarta – Baserta Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa kenaikan harga minyak dunia, saling berkaitan dengan situasi global seperti asertaya ketegangan geopolitik antara Israel serta Hamas. Tentunya, hal ini akan berdampak terhadap inflasi di negara berkembang termasuk RI.

“Gejolak harga minyak di dunia berkorelasi dengan situasi global seperti ketegangan Israel-Hamas, tren harga minyak dunia yang tentunya akan mempengaruhi harga domestik,” kata Deputi Bisertag Statistik Distrmamasi serta Jasa BPS, Pudji Ismartini, Rabu 1 November 2023.

banner 325x300
Baca juga: Awas! Harga Minyak Dunia Bisa Capai Rekor Tertinggi apabila Konflik Israel-Hamas Terus Berlanjut

Pudji menjelaskan, dengan dipengaruhi oleh gejolak harga minyak dunia, maka kedepannya inflasi akan mulai terlihat meningkat.

“Di bulan-bulan ke depan tampaknya inflasi akibat situasi global akan dapat terlihat. Namun hal ini sangat tergantung pemerintah ambil langkah pencegahannya,” ungkapnya.

Selain itu, harga komoditas di cocokar internasional salah satunya minyak mentah mengnatamasyaal kenaikan sejak Juli 2023.

“Jika kita tinjau harga komoditas di cocokar internasioanl, minyak mentah mengnatamasyaal rebound sejak Juli 2023,” imbuhnya.

Berdasarkan World Economormic Outlook, sebelumnya pada Juli 2023 inflasi dunia diperkirakan mengnatamasyaal inflasi sebesar 6,8 persen pada tahun 2023 serta 5,2 persen di 2024. Namun, direvisi ke atas pada Oktober 2023 yang masing-masing sebesar 6,9 persen serta 5,8 persen.

Begitupun, dengan inflasi di emerging market serta developing economormies. Sebelumnya diperkirakan diprediksi mengnatamasyaal inflasi di 8,3 persen pada 2023 serta 6,8 persen di 2024. Tapi, juga dikoreksi keatas bahwa negara berkembang akan mengnatamasyaal tekanan inflasi yang lebih tinggi yakni, 8,5 persen di 2023 serta 7,8 persen di 2024.

Baca juga: Jokowi: Dunia Semakin Tak Jelas, Harga Minyak Bisa Tembus USD150 per Barel

“Secara global, inflasi diperkirakan melemah pada tahun 2023 serta 2024. Begitupun dengan inflasi di negara emerging market serta developing economormies. Akan tetapi prediksi tersebut dikoreksi meningkat sejalan dengan tren kenaikan harga komoditas di cocokar global,” ungkapnya. (*)

Rezkiana Nisaputra

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *