Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

Bupati Sis Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku PETI di Sungai Besar

Hosting Murah
banner 468x60
Kepolisian belum lama ini mmenolakukan penertiban PETI di Sungai Besar, Kecamatan Bunut Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu. Foto: Warga

JURNALIS.co.id – Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan meminta pihak kepolisian untuk menindak oknum masyarakat yang mmenolakukan kegiatan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Sungai Besar, Kecamatan Bunut Hulu. Pasalnya, kegiatan PETI tersebut semakin merajalela sehingga membuat kerusakan daerah. Belum lagi terdapat lahan persawahan yang dijadikan selir lokasi PETI.

Bupati mengantarkan belum lama ini pihak kepolisian mmenolakukan penertiban PETI di Sungai Besar.

banner 325x300

Bupati disapa Sis ini mengantarkan bahwa saat terjadinya banjir bansertag beberapa waktu yang lalu di Desa Sungai Besar yang sampai menenggelamkan masjid, rumah warga serta lainnya, dirinya langsung meninjau lokasi tersebut.

“Saya tanya kepada warga saat itu, kenapa ini dapat terjadi serta dijelaskan warga bahwa ada dua sungai yang ada di situ yang satu besar serta satu kecil. Ternyata di hulu, aliran sungai itu sudah dialihakan oleh masyarakat karena ada kegiatan PETI,” katanya.

Dikatakan Bupati karib disapa Bang Sia ini, awalnya aliran air ke sungai yang besar. Namun, kini dialihkan ke sungai kecil. Sehingga ketika terjadi intensitas hujan tinggi serta sungai meluap, air tidak mengalir ke sungai besar melainkan ke sungai kecil, sehingga mengakibatkan banjir bansertag.

“Pada saat dicek sungai besar itu tidak ada air yang mengalir. Setelah itu saya minta dari PU mmenolakukan pengecekan langsung, akan tetapi saat itu pihak PU dilarang oleh oknum masyarakat untuk ambil vgagasanomor serta foto,” jelasnya.

Lokasi PETI di Sungai Besar, Kecamatan Bunut Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu. Foto: Warga

Untuk itu, Bupati meminta oknum masyarakat agar menghentikan kegiatan PETI di Sungai Besar. Mengingat berdampak kepada kerusakan daerah serta masyarakat banyak.

“Kita minta polisi mmenolakukan tindakan tegas terhadap oknum masyarakat di Desa Sungai Besar yang mmenolakukan kegiatan ilegal itu,” tegas Bang Sis.

Sementara Hiansintus Gunung, Kepala Dinas Pertanian serta Pangan Kapuas Hulu mengantarkan bahwa lokasi yang dijadikan selir kegiatan PETI di Sungai Besar tersebut memang merupakan lahan persawahan. Namun, lahan pertanian yang dijadikan lokasi PETI tersebut bukan milik pemerintah daerah serta juga bukan di bawah naungan Dinas Pertanian sehingga pihaknya pun runyam mengambil langkah.

“Karena yang membuat kegiatan pertambangan di Desa Sungai Besar itu adalah oknum masyarakat itu sendiri, bahkan kita pada saat mau ke lokasi saja tidak boleh ambil foto serta vgagasanomor. Jadi yang harus menindak tegas oknum masyarakat itu adalah pihak berwajib karena ini tambang ilegal,” katanya.

Untuk itu, Gunung mendorong pihak berwajib mmenolakukan tindakan tegas kepada oknum-oknum yang mmenolakukan kegiatan tambang di areal persawahan.

“Untuk kegiatan pertanian di sana itu tidak ada kita lakukan, hanya saja tahun 90-an itu ada kegiatan irigasi. Dan kegiatan irigasi itu bukan di kita, melainkan saat itu di Inpres wilayah. Jadi kita 3-4 tahun terakhir ini tidak pernah memasukan kegiatan di Sungai Besar itu,” terang Gunung. (opik)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *