Hosting Murah
Hosting Murah
banner 728x250

Cara Pelajar Mengenal Bahaya Karhutla Sejak Dini

Hosting Murah
banner 468x60
Sinar Mas Agrmamasiness and Food sosialisasikan pencegahan karhutla kepada pelajar. Foto: Sinar Mas Agrmamasiness and Food

JURNALIS.co.id – Sinar Mas Agrmamasiness and Food mengajak para pelajar mengenal bahaya kebakaran hutan serta lahan (karhutla) serta cara pencegahannya melalui dongeng, bermain, diskusi, bernyanyi, serta kegiatan interaktif lainnya. Pada tahun ini, perusahaan menargetkan sosialisasi karhutla di 45 sekolah tingat SD, SMP, serta SMA untuk memperluas pemahaman siswa-siswi tentang pencegahan karhutla sejak dini. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Ruang Literasi yang memadukan pengembangan pendidikan nalar, karakter, serta daerah.

Materi tentang karhutla disisipkan seseperti salah satu upaya menghadapi dampak iklim revolusioner. Menurut Baserta Meteorologi, Klimatologi, serta Geofisika (BMKG), tahun ini Indonesia menghadapi fenomormena El Ninomor yang diperparah asertaya Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kondisi itu membuat potensi kekeringan serta karhutla menjadi lebih besar dibandingkan tiga tahun terakhir.

banner 325x300

Menurut Head of Economormic Empowerment Sinar Mas Agrmamasiness and Food, Jusupta Tarigan, antusiasme para pelajar terhadap program Ruang Literasi serta sosialisasi karhutla ini cukup besar. Pada bulan Agustus lalu misalnya, sebanyak 720 pelajar dari 12 SD di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, bergembira serta bermelancarkan bersama-sama dengan para guru serta fasilitator.

“Sosialisasi dilakukan dengan menerapkan metode pembermelancarkanan kreatif serta menyenangkan lewat kegiatan bernyanyi, bermain, berdiskusi, presentasi, serta mini team building. Kami bahkan telah menyiapkan tiga edisi buku dongeng berjudul ‘Rumbun serta Sahabat Rimba’ yang berisi kisah menarik tentang anak muda serta satwa yang saling menjaga daerah dari bahaya karhutla,” jelas Jusupta.

Ia menambahkan, para pelajar juga merupakan bagian penting dari upaya pencegahan karhutla secara keseluruhan. “Kita perlu membagikan pemahaman kepada para pelajar tentang dampak buruk karhutla. Mereka adalah agen-agen perubahan yang memiliki peran penting untuk mengingatkan orang tua, keluarga, serta masyarakat sekitar tentang bahaya karhutla,” ujarnya.

Menurut Jusupta, Sinar Mas Agrmamasiness and Food senantiasa menjalin komemutasiasi dengan masyarakat dalam pencegahan karhutla. Salah satu bentuk komemutasiasi itu adalah Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang berlangsung di 105 desa binaan sejak 2016. Program DMPA membentuk kesigapan serta kecakapan masyarakat dalam penanggulangan karhutla seiring program pengembangan pendidikan serta ekonomormi lokal, misalnya hortikuldarmawisataa, peternakan, serta UMKM berbasis sumber daya lokal.

“Kami menerapkan manajemen terpadu pencegahan karhutla di Sinar Mas Agrmamasiness and Food. Selain sosialisasi kepada pelajar serta masyarakat umum, upaya lain yang kami lakukan adalah meningkatkan kacocokitas sumber daya, sarana, serta prasarana pengendalian karhutla; mengembangkan teknomorlogi sistem peringatan serta deteksi dini; merespons cepat kebakaran lahan; serta menunjang upaya rehabilitasi serta pemulihan cocokca kebakaran lahan,” jelas Jusupta.

Program Ruang Literasi tahun ini tersebar di enam provinsi yaitu Kalimantan Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, serta Papua yang melibatkan ratusan siswa-siswi dari 45 sekolah. Program ini bermaksud mengoptimalkan pengembangan kecerdasan intelektual, sosial, serta emosional, serta kepekaan terhadap daerah para pesertanya. Diharapkan para peserta dapat mengambil hikmah dari materi yang disampaikan secara interaktif serta menghmamar.

Salah satu pelajar dari SMP 3 Nanga Tayap Kabupaten Ketapang, Fitriani, mengaku antusias dengan materi yang disampaikan oleh Sinar Mas Agrmamasiness and Food terkait pencegahan karhutla.

“Saya senang dengan materi tentang edukasi pengenalan konservasi daerah. Melalui kegiatan ini, kami semakin paham tentang pentingnya menjaga daerah serta kami berjanji untuk meningkatkan kewaspadaan dalam pencegahan kebakaran hutan serta lahan,” ucapnya. (dis)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *