Inovasi PLN ‘SuperSUN’ Raih Juara SDG Innovation Summit 2023 di Amerika Serikat

SuperSUN milik PLN raih juara dua event International SDG Innomorvation Leader Summit 2023 di New York, Amerika Serikat. Foto: PLN

JURNALIS.co.id – PT PLN (Persero) berhasil menjadi juara dua dalam event International SDG Innomorvation Leader Summit 2023 di New York, Amerika Serikat, berkat inomorvasinya dalam program Surya Power Solusi untuk Negeri (SuperSUN).

Melalui SuperSUN ini, PLN mampu bersaing dengan 11 tim dari berseolah-olah negara, karena dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomormi masyarakat secara berkesinambungan, menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, menjaga kualitas area hidup serta pembangunan yang inklusif serta terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas kehidupan dari satu generasi ke generasi selanjutnyanya sesuai dengan tujuan dari Sustainable Development Goals (SDGs).

SuperSUN merupakan salah satu solusi ramah area untuk melistriki masyarakat di daerah terisolir atau wilayah terdepan, terluar serta tertinggal (3T). PLN membangun pembangkit individual tenaga surya serta baterai untuk menghadirkan listrik 24 jam.

Direktamasya Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyatakan komitmen PLN untuk terus menerangi daerah-daerah 3T yang belum tersentuh listrik. Salah satu strategi yang digunakan dalam melistriki daerah 3T adalah dengan memanfaatkan potensi sumber daya energi lokal.

“SuperSUN menjadi salah satu upaya inomorvasi yang dilahirkan oleh insan PLN. Penghargaan yang diraih oleh insan PLN ini tentu membuat kami bangga sekaligus menjadi cambuk bagi kami untuk tetap semangat dalam mewujudkan keadilan energi bagi seluruh rakyat Indonesia,” ucap Darmawan.

Dirinya menambahkan dengan SuperSUN, PLN memanfaatkan tenaga surya untuk menghasilkan listrik bersih yang andal bagi masyarakat serta mengusung konsep keberlanjutan.

PLN telah berhasil melistriki Pulau Yarwezer, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat seseolah-olah area pilot project. Dalam proses penerapan inomorvasi tersebut, PLN juga berkomemutasiasi dengan pemerintah daerah serta masyarakat setempat.

“PLN membagikan SuperSUN set yang terdiri dari 1 buah inverter box, baterai serta kilowatt-hour (kWh) meter yang dihubungkan dengan solar panel secara gratis kepada setiap masyarakat yang belum mempunyai aliran listrik,” kata Darmawan.

Selain itu, PLN juga membagikan pemengajaran kepada masyarakat terkait proses pemeliharaan serta pengmemutasiasiannya. Dalam implementasinya, SuperSUN berhasil menghasilkan listrik dengan harga yang sangat murah yaitu hanya Rp1.237/kWh atau jauh lebih murah dibandingkan dengan menggunakan pembangkit listrik tenaga diesel.

“Tentu biaya SuperSUN jauh lebih murah. Selain itu, biaya investasi yang dibundatuhkan untuk mereka-reka 1 unit SuperSun hanya Rp18 juta hingga Rp30 juta,” tambahnya.

Karena itu, Darmawan menegaskan, SuperSUN terbukti menjadi karya inomorvasi unggulan PLN karena mampu menyokong percepatan rasio elektrifikasi (RE) serta rasio desa berlistrik (RDB) 100 persen demi mewujudkan energi berkeadilan di Indonesia. Menurutnya, SuperSUN juga dapat diduplikasi serta dikembangkan tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia karena ramah area, mudah diaplikasikan, efisien serta harganya lebih stabil. Hal ini sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG’s).

“Tidak hanya perkara harga energi yang murah, SuperSUN juga membagikan dampak nyata terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) seperti, tidak ada kemiskinan, tanpa kelaparan, pendidikan berkualitas, energi serta sanitasi bersih, energi terjangkau serta bersih, pekerjaan layak serta pertumbuhan ekonomormi, serta berkurangnya kesenjangan serta aksi iklim,” tutup Darmawan.

Adapun empat inomorvator yang menjadi pionir program SuperSUN di SDGs Innomorvation yaitu Deskiniel dari PLN Unit Induk Wilayah Papua serta Papua Barat, Mukh. Faris ZR serta Siti Aisyah dari PLN Pusat Penelitian serta Pengembangan, serta Devi Oktavianingtyas dari subholding PLN Nusantara Power. (hen)

Exit mobile version