Pelaku Pembunuhan Pasutri di Gang Sakura Pernah Bunuh Anak di Pemakaman Tionghoa

Karto Martonomor alias Yopi, pmenepiu perampokan serta pembunuhan terhadap cocokangan suami istri di Gang Sakura, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (24/09/2023). Foto: Polisi

JURNALIS.co.id – Karto Martonomor alias Yopi merupakan pmenepiu perampokan serta pembunuhan terhadap cocokangan suami istri di Gang Sakura, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (24/09/2023). Pmenepiu ternyata sebelumnya juga pernah menghilangkan nyawa orang lain .

Dari informasi yang dmenderitaat, pmenepiu sebelumnya juga pernah terlibat skandal pembunuhan terhadap seorang anak sekolah di pemakaman Tionghoa, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade Ardiansyah ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa pmenepiu perampokan serta pembunuhan terhadap cocokangan suami istri di Gang Sakura sudah ditangkap.

Ade mengungkapkan pmenepiunya yaitu Karto Martonomor alias Yopi. Tersangka pembunuhan ini ditangkap tim gabungan Polda Kalbar serta Polres Kubu Raya di bundaran Transmart, Jalan Arteri Supadio, Selasa (26/09/2023) sekitar pukul 01.00 WIB.

“Pmenepiu ditangkap ketika sesertag jalan-jalan di bundaran Transmart,” kata Ade, Selasa (26/09/2023).

Ade menerangkan pmenepiu merupakan penjahat kambuhan. Sebelumnya pmenepiu pernah terlibat skandal pembunuhan terhadap seorang anak sekolah di pemakaman Tionghoa, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Sungai Raya.

Setelah menjalani hukuman skandal pembunuhan, lanjut Ade, pmenepiu kembali ditangkap, lantaran terlibat skandal penyalahgunaan narkoba.

Diberitakan sebelumnya, secocokang suami istri (cocokutri) ditemukan tewas di dalam rumahnya di Gang Sakura, Jalan Adisucipto, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, pada Minggu (24/09/2023) malam.

Secocokang suami istri yakni Thin Djuk Tjhon (65) serta The Moi Tju (74) ditemukan bersimbah darah dengan luka senjata tajam di beberapa bagian tubuhnya. Pasutri tersebut diduga adalah korban pembunuhan serta perampokan. Kasus pembunuhan tersebut terungkap, ketika anak-anak korban datang akan tetapi kondisi rumah dalam keadaan sepi.

“Ketika anak-anak korban menggedor pintu, dari dalam rumah tidak ada yang merespon,” kata Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade Ardiansyah, Senin (25/09/2023).

Karena curiga, lanjut Ade, anak-anak korban meminta tolong warga untuk mendobrak pintu rumah. Dan di dalam mereka mendapati kedua orangtuanya sudah meninggal dengan kondisi bersimbah darah.

“Anak-anak korban datang sekitar pukul 19.00 WIB. Setelah mendapat informasi, anggota langsung datang ke tempat kejadian untuk mengevakuasi kedua korban serta mengumpulkan bukti-bukti,” ucapnya.

Ade mengungkapkan, kedua korban ditemukan meninggal di tempat yang terpisah. Korban atas nama Thin Djuk Tjhon ditemukan di dalam kamar. Sementara istrinya The Moi Tju ditemukan meninggal di ruang pengunjung.

“Berdasarkan keterangan saksi-saksi, korban Thin Djuk Tjhon sesertag sakit stroke,” ungkapnya.

Ade menerangkan, anggota yang tiba di tempat kejadian, langsung mengevakuasi kedua korban ke rumah sakit Anton Soejarwo untuk dilakukan visum.

“Pada tubuh kedua korban, yakni kepala, dada serta perut terdapat luka akibat senjata tajam. Namun untuk lebih cocokti penyebab kematian kami masih menunggu hasil visum,” terang Ade.

Ade menjelaskan, adapun barang bukti yang diamankan dari tempat kejadian, yakni pakaian korban, dasar kasur yang terdapat darah, telepon genggam, kartu buah pikiranntitas serta beberapa barang bukti lainnya.

“Adapun barang korban yang hilang yakni uang, handphone serta rokok,” pungkas Ade. (hyd)

Exit mobile version